Pengungsi Kelud 'Disusupi' Pengungsi Asal Aceh

Pengungsi Kelud 'Disusupi' Pengungsi Asal Aceh

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 23:27 WIB
Blitar - Posko pengungsi Gunung Kelud di Perkebunan Nyunyur Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ternyata terdapat warga yang eksodus dari Aceh sebanyak 39 KK atau 88 jiwa. Mereka yang terdiri lansia, dewasa dan anak-anak cukup menikmati selama tinggal di posko pengungsian berkapasitas 2.500 jiwa tersebut."Remen, Mas. Wong nten ngriki nggih diopeni. Nek enten ndusun saben dinten pados pangan rekaos .(Suka, Mas. Wong disini juga diperhatikan. Kalau di dusun cari makan susah - red)," kata Mbok Gimah (70) salah satu pengungsi kepada detiksurabaya.com di lokasi pengungsian, Kamis (25/10/2007) malam.Keceriaan puluhan pengungsi tersebut semakin lengkap ketika mereka Kamis malam dikunjungi rombongan Bupati Blitar Herry Nugroho dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar. Apalagi kedatangan rombongan pejabat tersebut disertai dengan janji-janji dan pemberian bantuan."Tolong di sini dilengkapi teve, Pak. Agar bisa menjadi hiburan kami dan anak-anak," pinta tokoh masyarakat pengungsi Aceh, Rahmat Sutrisno (50) kepada Bupati. Mendengar permintaan tersebut, Herry Nugroho langsung menyanggupi dan menjanjikan akan mengirimnya segera.Puluhan pengungsi Kelud eks pengungsi Aceh tersebut, telah menghuni barak pengngsian Perkebunan Nyunyur Gandusari sejak tiga hari yang lalu. Sebelumnya, mereka selama ini tinggal di Dusun Kalikebo Desa Slumbung Kecamatan Gandusari, yang hanya berjarak sekitar 6 Km dari puncak Kelud. Rahmat Sutrisno, yang pernah menjadi Kepala Desa di Aceh menuturkan, mereka adalah warga Blitar yang sebelumnya transmigrasi ke Aceh selama 12 tahun. Tapi terpaksa pulang sejak pecah perang saudara di Aceh karena aksi separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak tiga tahun lalu. Tanpa harta benda mereka kembali ke Blitar dan terpaksa tinggal di kawasan minus di Dusun Kalikebo. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga hanya bisa mengandalkan dari hasil bertani di atas lahan hibah milik Pemkab Blitar. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait