Pengungsi Kelud Terserang Diare dan Gatal-gatal
Kamis, 25 Okt 2007 20:25 WIB
Blitar - Pengungsi Gunung Kelud di Kabupaten Blitar mulai terserang beberapa penyakit. Antara lain diare, gatal-gatal dan mual-mual. Mereka yang terserang penyakit, umumnya anak-anak dan lansia.Seperti yang dialami pengungsi dari Dusun Kampung Anyar Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok di barak pengungsi PTPN XII Bantaran di Desa Penataran Kecamatan Nglegok. Tercatat sekitar 18 orang dari 86 warga Kampung Anyar yang mengungsi di baraktersebut, harus mendapatkan pertolongan di Posko Kesehatan. Usai diobati dan diberi pengertian agar pengungsi memperhatikan kesehatannya sendiri, mereka dikembalikan ke tenda evakuasi."Keterbatasan air bersih dan makanan membuat pengungsi tidak memperhatikankebersihan saat melakukan aktivitas di pengungsian," kata salah satu anggota timmedis dari PMI Kota Malang, Widayat kepada wartawan, Kamis (25/10/2007) di lokasi pengungsian.Selain keterbatasan fasilitas, tekanan psikis yang mereka alami selama dipengungsian juga membuat pengungsi gampang terserang penyakit. Apalagi ada kejenuhan karena setelah menunggu seminggu sejak Kelud berstatus Awas, gunung tersebut belum juga meletus. Sedangkan pengungsi yang berusia muda, kondisi fisiknya relatif mampu bertahan di lingkungan yang kurang sehat. Terbatasnya fasilitas di lokasi pengungsian PTPN XII Bantaran Desa Penataran,seperti dituturkan oleh Suyitno (47) salah satu pengungsi dari Kampung Anyar."Tempat mandi dan kakus sangat terbatas Mas. Sehingga puluhan pengungsi harus antre giliran mandi," keluh Suyitno.Karena itulah Suyitno didukung oleh pengungsi lain, minta pemerintah secepatnyamemperhatikan kondisi lokasi pengungsian. Jika kondisinya terus seperti sekarang, mereka mengancam memilih kembali ke rumahnya masing-masing."Jika kondisinya begini terus, lebih baik kami kembali ke rumah. Apalagi kalaudi sini kami juga tidak bisa beraktivitas," tambah Suyitno.Tempat pengungsi PTPN XII Bantaran di Desa Penataran Kecamatan Nglegok, mampumenampung sekitar 2.500 orang. Jika saat ini hanya dihuni 86 pengungsi saja sarana yang tersedia sudah dikeluhkan serba terbatas. Coba bayangkan apa jadinya jika nanti jika 2.301 orang warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II di Kecamatan Nglegok seluruhnya dievakuasi menempati lokasi pengungsian.
(fat/fat)











































