Diyakini Pagar Pasar Besar Kerajaan Mojopahit

Tumpukan Bata di Trowulan

Diyakini Pagar Pasar Besar Kerajaan Mojopahit

- detikNews
Rabu, 24 Okt 2007 19:43 WIB
Diyakini Pagar Pasar Besar Kerajaan Mojopahit
Mojokerto - Tumpukan batu bata merah di dalam tanah sedalam 2,3 meter di Desa Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, diyakini merupakan bangunan pagar pasar besar, di masa Kerajaan Majapahit. Kesimpulan ini berdasar dari kitab Negarakertagama Pupuh VIII."Jadi kalau membaca kitab Negarakertagama Pupuh VIII, maka ini merupakan pagar pasar besar di masa Kerajaan Majapahit," kata Kepala Pusat Informasi Majapahit Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Aris Soviyani kepada detiksurabaya.com, Rabu (24/10/2007).Kitab Nagarakertagam Pupuh VIII menyebutkan, pasar besar Kerajaan Majapahit, terletak di Timur Laut Perempatan Jalan. "Pasar tersebut berdekatan dengan kedaton Prabu Hayam Wuruk," kata Aris Soviyani. Menariknya, Desa Kedaton juga hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari penemuan batu tersebut.Dalam Bahasa Jawa, Kedaton juga berarti istana. Di Desa Kedaton tersebut pernah ditemukan umpak dan pasak batu, yang diperkirakan berfungsi sebagai tempat tambatan gajah kendaraan petinggi kerajaan. Di desa itu saat ini sudah berdiri sebuah Pendopo Agung, yang biasa digunakan untuk ritual tertentu.Terlebih lagi, Desa Nglinguk juga hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Candi Bajang Ratu di Desa Kraton dan Candi Ringin Lawang di Desa Jatipasar. Kedua candi itu diduga sebagai pintu masuk ke pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, di bagian utara dan selatan.Tumpukan bata merah itu ditemukan Kendek (45), warga desa setempat, saat menggali tanah untuk mengurug rumah. Dugaan bila bangunan tersebut merupakan pagar bekas peninggalan Kerajaan Majapahit, berdasarkan pada penemuan bangunan yang sama di Desa Petemon, tahun 2006 lalu.Penemuan tumpukan batu tersebut sudah dilaporkan ke Balai Arkeologi Jogjakarta dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Rencananya, BP3 bersama Balai Arkeologi dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional akan menggali temuan tersebut, awal Nopember mendatang. (bdh/bdh)
Berita Terkait