Bolos Sekolah, 2 Pelajar Digulung Ombak Laut Selatan
Selasa, 23 Okt 2007 17:04 WIB
Pacitan -
Ganasnya gelombang laut selatan kembali memakan korban. Kali ini, menimpa empat pelajar SMA Veteran I Sukoharjo, Jawa Tengah. Akibat terseret pusaran air laut, dua pelajar tenggelam dan tewas seketika. Sedangkan seorang lagi kritis dan mendapat perawatan intensif di RSUD setempat. Sementara satu korban lain masih berada di Mapolsek Kota Pacitan untuk di mintai keterangan.Dua orang tewas, Fajar Setiyawan (17) warga Badran, dan Wahono (18) warga Kepuh, Nguter, Sukoharjo. Sedangkan Heri Krisdiyanto (17) dirawat di rumah sakit lantaran sempat pingsan. Sementara Tri Wijayanto (18) saat ditemui wartawan di Mapolsekta Pacitan belum banyak berbicara karena masih shock. Keempat pelajar naas tersebut terakhir kali tercatat sebagai siswa kelas 3 IPS 1. Di perkirakan keempatnya sengaja bolos sekolah."Untung saya tidak menuruti ajakan Wahono untuk berenang di laut. Karena begitu beranjak dari tempat saya bermain pasir, dia sudah berteriak minta tolong," ungkap Heri Krisdiyanto, ditemui di ruang ICU RSUD Pacitan, Selasa (23/10/2007).Menurut Suyono, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Teleng Ria, korban sampai di kawasan Pantai Teleng Ria sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand Nopol AD 4750 NG dan Suzuki Satria F150 Nopol AD 6014 SK. Awalnya, kata Suyono sekitar pukul 14.30 WIB mereka berenang di ujung barat pantai. Kemudian pindah ke timur pantai. Padahal ditempat itu terdapat palungan paling berbahaya. Tak ayal, dalam hitungan menit korban langsung terseret pusaran air.Mengetahui ada orang tenggelam, pengunjung lain melapor Baywatch. Setelah melakukan upaya penyelamatan, akhirnya dua orang dapat di selamatkan petugas. Sedangkan, satu orang korban tewas baru di temukan setelah di lakukan upaya pencarian selama limabelas menit lebih.Masih kata Suyono, upaya evakuasi terhadap korban agak terlambat. Pasalnya, petugas baywatch sedang istirahat makan siang. Sementara kawasan Pantai sedang sepi pengunjung. Akibatnya petugas tidak dapat maksimal bekerja mengawasi para pengunjung. Terlebih di sejumlah titik berbahaya di sekitar pantai tidak terpasang bendera. "Kami tidak menyangka peristiwa ini akan terjadi. Apalagi kondisi laut sangat sepi," pungkas Suyono.
(bdh/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































