15 Pengungsi Gunung Kelud Masuk Rumah Sakit
Selasa, 23 Okt 2007 15:06 WIB
Surabaya -
Kondisi pengungsian yang semrawut dan kurang bersih akhinya memakan korban. Hingga, Selasa (23/10/2007) puluhan pengungsi menderita sakit dan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Seperti di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri, ada 15 pengungsi yang dirawat.Ke-15 orang ini menderita penyakit gangguan saluran pencernaan seperti maag dan diare, jantung, hipertensi, bronkitis akut serta pendarahan pada kehamilan 5 bulan.Salah satu pengungsi yang di RS Bhayangkara Kota Kediri, Sriyatun (38) warga Mulyorejo Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar dirawat karena penyakit maagnya kambuh. Penyakitnya kambuh karena dirinya makan tidak teratur dan juga kondisi penampungan yang sangat tidak teratur. "Wong sarapan aja jam 9 pagi. Gimana maag saya tidak kambuh," katanya sambil memegang tangannya yang terpasang selang infus.Humas RS Bhayangkara, Emi Pujiharti mengatakan, rata-rata pengungsi yang dirawat ini sudah memilik riwayat penyakit sebelumnya. Akibat kondisi pengungsian yang tidak bersih dimungkinkan penyakit yang diderita pengungsi semakin parah. "Ya mungkin kondisi pengungsian yang kurang bersih menjadi penyakit yang diderita pengungsi semakin parah," ujarnya.Ketika ditanyakan masalah biaya? Emi mengatakan pihak rumah sakit belum memikirkan. Yang terpenting bagaimana penanganan pengungsi yang sakit bisa secara maksimal.Dari data yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, jumlah pengungsi yang sakit di tempat pengungsian Kecamatan Kepung, hingga hari ini berjumlah 702 orang. 1 Orang dilarikan ke RSUD Pare setelah penyakit diare yang dialaminya semakin bertambah parah. Sedangkan jumlah pengungsi di Kecamatan Wates, hingga hari ini ada 400 orang yang menderita sakit dan 15 orang dirawat di rumah sakit.
(wln/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































