Gunung Kelud Pasti Meletus, Tapi Kapan..?
Selasa, 23 Okt 2007 12:53 WIB
Kediri - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengungkapkan Gunung Kelud pasti akan meletus, namun kapan waktu itu akan datang, dia tak dapat memastikanya. Pernyatan tersebut diungkapkan Surono saat memberikan paparan kepada Menko Kesra Aburizal Bakrie yang datang bersama Menteri Sosial Bachtiar Chamsah, dan Kalahar Basarnas Syamsul Ma'arif di lokasi pengungsian warga lereng Gunung Kelud di Desa Segaran Kecamatan Wates, Kediri, Selasa (23/10/2007). "Pasti meletus, tapi entah kapan. Yang jelas itu pasti," kata Surono. Ketika ditanya mengenai kepastian waktunya, Surono tetap menjawab hingga detik ini belum ada yang dapat mengetahuinya selain Tuhan. "Seandainya saya mengerti kapan terjadinya letusan, tidak usah anda tanya saya pasti akan memberitahukanya dengan suka rela," imbuh Surono. Surono menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan hingga kemarin sore, sumber gempa saat ini sudah pada kedalaman kurang dari 1 km dan itu juga berarti ada kemungkinan posisi magma juga sudah mulai naik hingga pada kedalaman kurang dari 1 km dari permukaan danau kawah. Apabila tekanan terus naik dan sumber gempa juga terus mengalami kenaikan, Surono mengkhawatirkan gunung akan tidak mampu menahan dan terjadi letusan. Sementara perkembangan aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi masih terekam adanya gempa yang semakin hari semakin menurun intensitasnya. Gempa tremor terekam sebanyak 2 kali, gempa vulkanik dangkal 5 kali, dan gempa tektonik jauh sebanyak 1 kali. Jumlah ini terus mengalami penurunan apabila dibandingkan hari-hari sebelumnya. Untuk pantauan suhu danau kawah masih terjadi fluktuatif. Setelah kemarin malam sempat mengalami kenaikan hingga 38,5 derajat celcius pada kedalaman 15 meter, hingga pagi tadi suhunya turun menjadi 38,4 derajat celcius. Namun demikian, meski hasil pemantauan aktifitas Gunung kelud relatif menurun, PVMBG tetap belum mencabut status awas pada gunung dengan ketinggian mencapai 1731 meter diatas permukaan laut tersebut. PVMBG juga tetap merekomendasikan agar warga yang berada di radius 10 KM dari danau kawah agar tetap diungsikan. Ketika dalam pemaparan kepada Menko Kesra, Surono juga menuturkan, radius kawasan rawan bencana tidak dapat ditawar, dimana untuk KRB I berada pada radius 10 KM dari danau kawah. "Mohon maaf untuk radius 10 km tidak dapat ditawar lagi," kata Surono. Penyebabnya kata Surono, Gunung Kelud memiliki karakteristik yang berbeda dengan gunung api lainnya. Menurutnya, Gunung Kelud letusannya mengarah secara vertikal dan jatuhnya material yang dimuntahkanya dapat menuju ke segala arah.Selain itu, tanda-tanda letusan yang terjadi di Gunung kelud juga berlangsung sangat singkat. "Biasanya selalu kurang dari 2 jam," kata Surono.
(bdh/bdh)











































