Pengungsian Lebih Rawan, Warga Kelud Pilih di Rumah
Selasa, 23 Okt 2007 09:05 WIB
Blitar - Sebanyak 1.876 jiwa warga Dusun Gambar Anyar dan Dusun Kampung Anyar Kabupaten Blitar masih bersikukuh menolak dievakuasi. Batas waktu yang diberikan Gubernur Jatim bagi warga yang tinggal dalam radius 10 Km dari puncak Kelud untuk mengungsi tak digubrisnya.Padahal dua dusun yang masuk Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok tersebut, termasuk dalam zona kuning atau Kawasan Rawan Bencana (KRB) II karena hanya berjarak sekitar 7 km dari puncak Kelud.Warga setempat ini cukup nakal. Sebab ketika dihimbau oleh aparatur desa maupun Satlak PBP, mereka hampir secara serentak mengiyakan seruan untuk mau mengungsi ke lokasi yang sudah disiapkan. Namun jawaban mereka tidak lebih dari sekedar lip service untuk menyenangkan pejabat yang menjenguk."Aku wis ping telu ngalami Gunung Kelud mbledos. Wong-wong ngungsine munggah neng kene iki, ora mudun. Tapi malah slamet. (Saya sudah pengalaman tiga kali menghadapi letusan Gunung Kelud. Tapi seluruh warga tidak ada yang mengungsi ke bawah, dan justru selamat-red)," cerita Mbah Sukidjan (67) kepada detiksurabaya.com, Selasa (23/10/2007), sesepuh Dusun Gambar Anyar ini dengan Bahasa Jawa.Menurut Mbah Sukidjan, jika turun gunung mengungsi ke lapangan Dusun Sumbersari Desa Sumberasri yang terletak di bawah Dusun Gambar Anyar, justru berbahaya. Apalagi jika letusan Kelud nanti memuntahkan lava, karena lokasi pengungsian yang disiapkan Satlak penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) rentan terkena luberan lahar Dam Kali Berni.Sungai ini adalah salah satu anak Kali Bladak yang terkenal sebagai jalur aliran lahar terbesar Gunung Kelud. Dusun Kampung Anyar terdiri atas 41 KK dengan jumlah penduduk sekitar 400 orang merupakan perkampungan yang paling dekat dengan puncak Kelud, hanya berjarak sekitar 5 km.Sedangkan Dusun Gambar Anyar dihuni sekitar 481 KK sejumlah sekitar 1.476 jiwa. Mayoritas warga kedua dusun tersebut, menggantungkan hidupnya sehari-hari dengan bekerja sebagai buruh di Perkebunan Gambar."Kami justru minta pemerintah percaya kepada warga sini yang sudah pengalaman. Biarkan mereka bertahan disini," Slamet (41) salah satu tokoh masyarakat Dusun Gambar Anyar.Sebaliknya, warga yang ngotot menolak mengungsi ini mengharapkan agar pemerintah melengkapi perlengkapan di lokasi pengungsian lebih dahulu. Seperti bahan makanan, air bersih dan obat-obatan jika sewaktu-waktu Kelud meletus.Diantara warga dusun, terdapat 137 balita, 100 orang lansia jompo dan 9orang ibu hamil. Berdasarkan pengamatan, lokasi pengungsian warga yang hanya terdiri dari satu tenda, belum dilengkapi dengan posko kesehatan.Padahal sejak warga, terutama lansia, wanita dan anak-anak menempati tendapengungsian, sekitar 30 pengungsi terserang sakit. Seperti asma menyerang lansia karena mereka harus tidur kedinginan di dalam tenda.
(stv/gik)











































