Gunung Kelud Meradang
Warga Blitar Malam Ini Istighotsah
Senin, 22 Okt 2007 18:14 WIB
Blitar - Sejak tiga hari terakhir, suhu Gunung Kelud semakin meradang. Dalam kedalaman 15 meter di bawah permukaan air danau kawah, suhunya mencapai 38,5 derajat Celcius. Kondisi tersebut membuat hawa di Blitar terasa panas. Dan membuat warga Blitar semakin resah, karena meski tanda-tanda lazimnya gunung berapi akan meletus sudah ditunjukkan Kelud, tapi hingga sekarang letusan belum juga terjadi. Kondisi tersebut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar malam ini (22/10/2007) akan menggelar Istighotsah Kubro di Masjid Agung Kota Blitar."Saat ini kita sudah mengalami bencana. Bencana hati karena suasana hati kita resah menunggu apakah Kelud jadi meletus atau tidak. Karena itulah kami mengajak ummat Islam di Kota Blitar untuk melakukan doa bersama," kata Ketua Cabang MUI Kota Blitar KH Abdul Chalim Zahid kepada detiksurabaya.com di Ruang Sekretariat Takmir Masjid Agung Kota Blitar, Senin (22/10/2007).Sementara itu, menurut Wakil Ketua MUI Kota Blitar Solihin MAP, Istighotsahmelibatkan sekitar 2.000 jama'ah. Melibatkan para santri pondok pesantren, gurumengaji, Dewan Masjid, jama'ah NU beserta seluruh komponen lain seperti, Muhammadiyah, PNS di lingkungan Pemkot Blitar, dan TNI-Polri, serta jajaran Muspida Kota Blitar.Istighotsah Kubro ini juga akan melibatkan 24 kiai se Kota Blitar. Termasuk KH Muslich Ahmat, kiai paling sepuh di Kota Blitar yang tinggal di Kelurahan Plosokerep, kelahiran tahun 1926. Rangkaian acara Istighotsah Kubro diawali dengan sholat Maghrib berjama'ah.Dilanjutkan dengan Tabarrukan, yaitu membaca 4 surat Al Qur'an antara lain SuratYassin dan Surat Al Mulk, dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Muta'alimat KH Ahfas Zein sampai waktu batas sholat Isya'.Dilanjutkan dengan seruan MUI yang mengajak ummat untuk berdoa bersama. "Tujuan Istighotsah ini, bukan untuk meminta agar Kelud tidak meletus. Tetapi semata-mata meminta keselamatan dunia akhirat kepada Allah. Karena Kelud meletusatau tidak itu adalah kehendak Allah," terang Solihin.
(gik/gik)











































