Pengungsi Kelud di Kepung 'Puasa' Gara-gara Nasi Habis
Senin, 22 Okt 2007 16:02 WIB
Kediri -
Jumlah pengungsi Gunung Kelud di Lapangan Pluncing Desa Siman KecamatanKepung Kediri, Minggu (21/10) malam terus bertambah. Warga dari Kecamatan Puncu dan Kepung terus mengalir. Informasi yang didapat, di lapangan tersebut sebelumnya sudah dihuni 1300an orang. Namun pada Minggu (21/10/2007) malam, sekitar 300 pengungsi tiba. Dampaknya, jumlah yang terus membengkak ini membuat Satlak Penanggulangan Bncana Gunung Kelud Kecamatan Kepung kelabakan, terutama karena keterbatan konsumsi. Sedangkan khusus tenda tidak menjadi persoalan. Karena 9 Tenda sudah berdiri dan itu mencukupi.Serda Slamet Effendi, salah satu petugas Satlak PB Kecamatan Kepung. Menurutnya, konsumsi yang sebelumnya lebih dari cukup akhirnya kekurangan. Petugas pun terpaksa memborong makanan dari warung di Kecamatan Pare.Namun karena jarak yang terlalu jauh, setiba di lokasi pengungsian nasi yang diborong dari dua warung makanan tersebut tidak layak dimakan."Tapi sampai di sini ada yang sudah basi, karena lokasi jauh dan agak lama. Jadi ada pengungsi yang terpaksa tidak mendapat makan," ujar Slamet kepada wartawan di lokasi pengungsian, Senin (22/10/2007). Sementara itu sampai saat ini jumlah pengungsi yang berada di Lapangan Pluncingmenurut Slamet kurang lebih sekitar 1500an. Ini merupakan jumlah pengungsi terbesar dibanding tiga lokasi pengungsian lainnya yakni di Wates dan Plosoklaten. "Kalau di Kecamatan Plosoklaten itu cuma 400an. Dan di Kecamatan Wates itu cuma 700an," tambahnya.
(gik/gik)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































