Pengungsi Kelud Sengsara
Minggu, 21 Okt 2007 23:09 WIB
Blitar - Selama tiga hari berturut-turut, kawasan Blitar termasuk lereng Gunung Kelud, disapu hujan deras. Bahkan hari Minggu (21/10/2007), hujan deras mengguyursejak pukul 15.00 WIB hingga tengah malam belum juga reda. Kondisi tersebut membuat sebagian warga di kawasan rawan bencana di Kecamatan Nglegok memilih untuk mengungsi.Sikap warga yang secara sukarela mengungsi di tenda-tenda pengungsian tersebut, juga dipicu kejadian gempa berkekuatan 5,4 SR yang terasa di Blitar pada hari Minggu pagi.Menurut penuturan salah satu relawan Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana)Kabupaten Blitar, Bayu, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon, warga yang mau mengungsi secara sukarela tersebut antara lain terlihat di Dusun Gambaranyar yang berjarak sekitar 10 Km dari puncak Kelud."Kasihan, mereka kekurangan tikar dan selimut," ungkap Bayu yang mengaku sedangdalam perjalanan turun dari Dusun Gambaranyar. Padahal udara di lereng Kelud sangat dingin apalagi dtambah dengan guyuran hujan. Kondisi tersebut tentu sajamembahayakan kesehatan anak-anak dan lansia.Warga dusun, terutama ibu-ibu, lansia dan anak-anak berjumlah sekitar 120 jiwa,berjubel di satu tenda pengungsian yang sebenarnya hanya berkapasitas 60 orang.Karena itulah Satlak PBP Kabupaten Blitar melalui tingkat kecamatan, diharapkansegera mendistribusikan bantuan tikar dan selimut.Di lokasi pengungsian Gambaranyar, fasilitas yang tersedia hanya sebuah tenda. Tanpa dilengkapi fasilitas petugas kesehatan, MCK, air bersih dan dapur umum. Sehingga warga harus memasak sendiri, namun mereka kesulitan bahan bakar minyak tanah dan lauk pauk.Menanggapi kondisi ini, Camat Nglegok Cuk Suwarsono saat dikonfirmasi melalui telpon mengakui bahwa cukup banyak warganya yang akhirnya mau mengungsi sukarela. Ia juga mengakui jika kekurangan selimut dan tikar. Namun pihaknya belum memiliki data konkret berapa jumlah pengungsi yang segera membutuhkan bantuan. Sementara stok tikar yang ada hanya sejumlah 150 lembar dan 100 lembar selimutbantuan dari Departemen Sosial, saat ini masih tersimpan di Posko Satlak PBP Kecamatan Nglegok.
(gik/gik)











































