Barak Pengungsian di Garum & Gandusari Kosong

Status Gunung Kelud Awas

Barak Pengungsian di Garum & Gandusari Kosong

- detikNews
Minggu, 21 Okt 2007 21:07 WIB
Blitar - Barak pengungsian yang telah disiapkan oleh satlak PBP Kabupaten Blitartidak berpenghuni, meski kondisi Gunung Kelud memasuki fase kritis. Sepertiterlihat di beberapa tenda pengungsian di Desa Karangrejo Kecamatan GarumKabupaten Blitar Minggu (21/10/2007) malam.Desa Karangrejo Kecamatan Garum berpenduduk sekitar 2.000 jiwa, masuk dalam wilayah daerah rawan 2 dengan jarak 10 km dari Puncak Gunung Kelud. Tenda pengungsi yang telah disiapkan, hingga saat ini tidak berpenghuni. Warga masih mempercayai jika Gunung Kelud belum waktunya meletus.Camat Garum Tri Setyoko mengungkapkan, dirinya tidak bisa berbuat banyak dengankepercayaan warga tersebut. Namun pihaknya telah menyiapkan armada truk jika Kelud sewaktu-waktu meletus, warga dengan segera dapat dievakuasi. Banyak alasan yang menyebabkan keengganan warga untuk dievakuasi. Warga masihmencemaskan harta benda mereka jika ditinggal mengungsi, karena kebanyakan matapencaharian masyarakat adalah sebagai petani serta memiliki beberapa hewanpeliharaan."Kebun dan binatang peliharaan tidak bisa ditinggalkan begitu saja, sehingga mereka tidak mau menghentikan aktifitasnya di kandang dan kebun," kata Tri Setyoko kepada detiksurabaya.com, Minggu (21/20/2007) di lokasi pengungsian. Hal yang sama juga terjadi di Posko Desa Gadungan Kecamatan Gandusari KabupatenBlitar. Tenda yang didirikan oleh jajaran Kodim 0808 Blitar itu sama sekali tidak berpenghuni. Hanya ada beberapa anggota Kodim 0808 Blitar yang siaga selama 24 Jam.Kepala Urusan Pemerintahan Desa Gadungan Kecamatan Gandusari Sutopo saat dikonfirmasi di lokasi Posko Pengungsi menyatakan, sampai saat ini warga juga belum mau dievakuasi. Namun jika kondisi mendesak pihaknya beserta petugas keamanan akan mengevakuasi warga secara paksa. Logistik terutama bahan makanan saat ini juga sudah lengkap. Lebih dari 700 warga Desa Gadungan, bermukim menyebar di 4 dusun, masing-masing Sukomulyo, Rotorejo, Ngusri, dan Gadungan. "Sementara kita ikuti saja dulu kemauan warga, toh mereka sudah beberapa kalimengalami kondisi seperti ini. Tapi jika Kelud benar-benar meletus, mereka akan kita evakuasi paksa," ungkapnya.Sikap warga ini otomatis menentang intruksi Gubernur Jatim Imam Utomo yang telah memberikan batas waktu untuk warga. Jika selama dua hari ini menolak mengungsi, Imam Utomo meminta evakuasi dilakukan paksa. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait