Status Kritis Gunung Kelud, Petani Nanas Panen Dini

Status Kritis Gunung Kelud, Petani Nanas Panen Dini

- detikNews
Minggu, 21 Okt 2007 12:43 WIB
Kediri - Status kritis Gunung Kelud membuat petani nanas yang berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kediri, terpaksa memanen dini tanamannya. Hal ini untuk menghindari muntahan Gunung Kelud berupa pasir panas bila gunung meletus. Akibatnya, para petani mengaku mengalami kerugian sebab harga nanas mengalami penurunan.Nanas yang dipanen dini tersebut seharusnya baru bisa dipetik 20 hari lagi. Sedangkan usia nanas yang seharusnya matang dan siap dipanen pada saat usia 6 bulan. Sementara saat ini, nanas masih berusia 5,5 bulan."Takut mas...daripada busuk, mendingan dipanen sekarang. Sebab bila nanas mentah terkena pasir panas otomatis akan busuk dan tidak bisa dipanen," kata pemilik kebun nanas, Endy Susanto saat ditemui di kebunnya Desa Sugihwaras, Minggu (21/10/2007).Akibat panen dini, petani nanas mengalami kerugian jutaan rupiah. "Jika kondisi normal perbiji-nya dijual Rp 950 hingga Rp 1.100. Namun saat ini perbijinya dijual Rp 800 hingga Rp 900," tambahnya. Untuk tiap panen, petani nanas per hektarnya mampu mendapatkan Rp 35 juta. Hal senada juga diungkapkan oleh Bambang Susilo. Dia sengaja memanen dini nanasnya untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi. "Semua petani nanas yang berada di lereng Gunung Kelud sepakat memanen dini. Ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi," jelasnya. (fat/fat)
Berita Terkait