Gunung Kelud Membahayakan
Gubernur Perintahkan Evakuasi Warga Secara Paksa
Sabtu, 20 Okt 2007 13:40 WIB
Blitar - Gubernur Jawa Timur Imam Utomo gerah dengan sikap warga yang menolak diungsikan meski tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Kelud. Orang nomor satu di Jawa Timur itu pun mengancam akan melakukan evakuasi paksa jika warga tetap membandel."Saya beri waktu dua hari mulai besok, jika menolak mengungsi, akan dilakukan evakuasi secara paksa," kata Imam Utomo dihadapan perwakilan warga yang mengikuti Sosialisasi Rawan Bencana Kelud di Lapangan Desa Gadungan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Sabtu (20/10/2007).Sekitar 200 perwakilan warga dari 4 kecamatan dikumpulkan untuk menerimasosialisasi langsung dari Gubernur dan Badan Vulkanologi dan Mitigasi GunungBerapi. Mereka adalah tokoh-tokoh masyarakat dari Kecamatan Ponggok, Nglegok, Gandusari dan Garum. Ke-4 kecamatan tersebut merupakan wilayah di Kabupaten Blitar yang paling rentan bahaya terhadap letusan Kelud.Yang diperintahkan segera mengungsi, terutama warga yang tinggal di kawasanbantaran kali jalur aluran lahar. Seperti Kali Bladak dan Kali Lahar. Terdapat sekitar 2000 jiwa yang tinggal di kawasan bantaran kali jalur aliran lahar. Waktu dua hari dianggap cukup bagi warga untuk berkemas-kemas menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di tempat pengungsian.Tidak ada pilihan lain bagi warga selain untuk mematuhi perintah Gubernur.Apalagi dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penjelasan tentang bagaimana kondisi dan aktivitas status Awas Gunung Kelud, yang memang membahayakan warga yang langsung dijelaskan petugas Badan Vulkanologi dan Mitigasi Gunung Berapi.Dalam sosialisasi tersebut, Gubernur Imam Utomo didampingi seluruh KepalaBiro Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan jajaran Muspida Kabupaten Blitar.Foto: Spanduk peringatan bahaya Gunung Kelud sudah dipasang Satlak PB di kawasan Nglegok, Blitar./Budi Sugiharto
(gik/gik)











































