MUI Kediri Bina Mental Pengungsi Kelud

MUI Kediri Bina Mental Pengungsi Kelud

- detikNews
Sabtu, 20 Okt 2007 11:11 WIB
Kediri - Aktivitas Gunung Kelud yang semakin hari semakin tidak menentu, berpengaruh besar terhadap kejiwaan warga yang ada di sekitar gunung. Lima hari berada di penampungan membuat warga dilanda rasa was-was. Untuk menghilangkan kejenuhan dan trauma psikis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kediri melakukan pembinaan mental bagi anak-anak dan orangtua.Orangtua diberi pembinaan mental diajak mendekatkan diri pada Tuhan dengan membacar surat yasin, berdoa dan diberikan ceramah agama. Sedangkan untuk anak-anak dilakukan dengan cara bermain dan belajar bersama. Wajah gembira dan senang tidak bisa disembunyikan dari wajah polos anak-anak ini. Mereka bertepuk tangan dan tertawa ketika mendengar cerita yang lucu dari mentor yang disiapkan.Seperti yang terlihat di penampungan Desa Segaran Kecamatan Wates Kediri, Sabtu (20/10/2007), puluhan anak-anak asyik mendengar cerita yang didongengkan oleh tenaga relawan dari MUI Kediri. Anak-anak ini didongengkan tentang seorang raja yang arif bijaksana. Nina (9) salah satu anak yang berada dipenampungan mengaku dirinya gembira bisa bermain bersama dengan teman-temannya. Bocah pengungsi ini mengaku dirinya sejenak melupakan repotnya tidur di penampungan. "Senang bisa bermain dengan teman-teman," ujarnya sambil tersipu malu saat ditanya.Ketua Seksi pembinaan mental anak-anak MUI Kediri, Silahturahmi mengatakan, kegiatan ini murni dilakukan oleh MUI sebagai upaya untuk membuat pengungsi betah di penampungan karena kondisi gunung kelud yang belum memungkin mereka untuk kembali ke rumahnya. "Kita juga ingin membantu satlak agar pengungsi itu tidak ingin pulang disaat kondisi Gunung Kelud masih awas. Sebisa mungkin kami buat pengungsi ini betah," kata Silahturahmi.Pembinaan mental ini melibat 20 tenaga sukarelawan dan setiap harinya akan memberikan pembinaan mental dengan berbagai variasi. Pembinaan mental ini diagendakan satu jam dan akan dilaksanakan sampai pengungsian ini selesai. (wln/bdh)
Berita Terkait