Aktivitas Gunung Kelud Fluktuatif

Aktivitas Gunung Kelud Fluktuatif

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 15:39 WIB
Kediri - Aktivitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud masih sulit ditebak. Berdasarkan perkembangan baru yang merupakan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitasnya sangat fluktuatif. Hingga pukul 12.00 WIB siang ini, temperatur danau kawah juga terjadi peningkatan dan penurunan. Untuk permukaan, suhunya meningkat menjadi 37,2 derajat celcius dari data pagi tadi 35,4 derajat celcius. Sedangkan untuk kedalama 10 meter suhunya mencapai 37,1 derajat celcius, dan kedalaman 15 meter terjadi peningkatan 0,1 derajat celcius dari sebelumnya 37,8 derajat celcius menjadi 37,9 derajat celcius. Intensitas kegempaan juga terjadi fluktuatif. Untuk gempa vulkanik terjadi penurunan dari data sebelumnya. Yaitu 12 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplituda maksimum 0,5 sampai 1,5 mm dan durasinya 7,5 detik. Jumlah ini menurun apabila dibandingkan data pagi tadi, yairu 16 gempa vulkanik dangkal. Namun justru gempa tremor yang terjadi peningkatan. Dari sebelumnya hanya terjadi 3 kali, hingga pukul 12.00 WIB telah terekam 8 kali gempa tremor dengan amplituda maksimum 0,5 hingga 1,75 mm dan durasi 40 sampai 75 detik. Gempa lain yang terekam adalah gempa tektonik jauh yang hingga siang ini terekam sebanyak 1 kali dengan amplituda 19,5 mm dan durasinya 65 detik.Untuk hasil pemantauan secara deformasi (EDM dan Tiltmeter) menunjukan adanya fluktuatif yang mempunyai kecenderungan proses inflasi di sekitar Gunung Kelud. Sementara untuk hasil pemantauan secara visual, cuaca di sekitar Gunung Kelud masih cerah dengan puncak gunung dapat terlihat dengan jelas. Hembusan angin juga sedang dari arah selatan ke utara. Untuk suhu udara masih berkisar pada angka 22 - 23 derajat celcius, dan kelembaban udara berkisar antara 58 - 68%. Dengan aktivitas vulkanik dan kimia yang fluktuatif, PVMBG hingga kini masih memberlakukan status awas pada gunung dengan ketinggian 1731 di atas permukaan laut tersebut. "Kita belum menurunkan statusnya, karena aktivitasnya masih relatif tinggi," kata Kristianto, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud, Kamis (18/10/2007). Selebihnya PVMBG masih merekomendasikan kepada warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud untuk segera mengungsi. Selain itu PVMBG juga memberikan rekomendasi kepada Pemkab Kediri, Blitar dan Malang untuk secepatnya melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud. (mar/mar)
Berita Terkait