Status Awas Gunung Kelud Belum Dicabut

Status Awas Gunung Kelud Belum Dicabut

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 00:17 WIB
Kediri - Aktivitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud meningkat. Data terbaru menunjukkan peningkatan cukup drastis, yaitu pada kegempaan dan suhu danau kawah. Hingga pukul 18.00 WIB, Rabu (17/10/2007), suhu danau kawah Gunung Kelud mencapai 35,5 derajat celcius untuk permukaan. Sedangkan pada kedalaman 10 meter suhunya meningkat menjadi 37,2 derajat celcius. Catatan suhu danau kawah pada kedalaman 15 meter mencapai 38 derajat celcius, atau mengalami peningkatan 0,3 derajat celcius apabila dibandingkan dengan catatan pada pukul 12.00 WIB. Perubahan lain yang juga terpantau meningkat adalah kegempaan. Jumlah gempa vulkanik yang sebelumnya turun menjadi 37 kali, hingga pukul 18.00 WIB jumlahnya menjadi 39 kali. Sedangkan gempa lain yang juga terekam oleh seismograf adalah 4 kali gempa tremor dan 2 kali tektonik jauh. Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud, Kristianto mengatakan, dengan terus naiknya intensitas kegempaan dan suhu danau kawah berarti menunjukan aktifitas Gunung Kelud masih tinggi. "Maka dari itu kami masih merekomendasikan status awas," kata Kristianto, Rabu (17/10/2007).Hasil pantauan lain dari aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud yang dilakukan oleh Pusat vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah dari sisi deformasi yang terus menunjukan invlasi pada tubuh gunung. Secara visual cuaca d sekitar puncak Gunung Kelud cerah dan gunung tampak dengan jelas. Sedangkan hembusan arah angin masih berjalan pelan dari arah selatan ke utara. Sementara pantauan lain dari aktifitas Gunung Kelud, saat ini warga yang enggan diungsikan tampak berjaga-jaga di depan rumah masing-masing. Kegiatan itu dilakukan baik sendiri maupun berkelompok. Ketika ditanya mengenai tujuan berjaga di depan rumah, mereka menjawab ini sebagai bentuk kekhawatiran apabila terjadi letusan setiap saat. "Sebenarnya kami juga takut, tapi daripada di pengungsian lebih baik di rumah sendiri," kata Solichin (47), warga Desa Sempu. (gik/gik)
Berita Terkait