Takut Kambing Tak Terurus, Warga Ngotot Pulang

Pengungsi Gunung Kelud

Takut Kambing Tak Terurus, Warga Ngotot Pulang

- detikNews
Rabu, 17 Okt 2007 05:41 WIB
Kediri - 2.500 Warga Desa Sugihwaras yang ditampung di Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri mulai bosan tinggal di penampungan. Ribuan warga ini ngotot untuk balik ke desa mereka. warga meyakini saat ini kondisi aman dan letusan masih belum berbahaya. Pihak Satlak Penanggulangan Bencana berusaha memberi pengertian pada warga bahwa status Gunung Kelud dinyatakan awas dan berbahaya.Berbagai alasan dikemukakan warga agar bisa kembali ke desa mereka. Ada yang beralasan jika bertahan di penampungan bagaimana dengan nasib hewan ternak dan rumah mereka. Sutarmin (40) misalnya, dia beralasan dirinya tidak betah di penampungan karena dirinya kebingungan dengan hewan ternaknya. Jika berada di penampungan siapa yang akan memberi makan kambing piaraannya. "Kalau lama-lama siap yang ngurus kambing saya," ujarnya sambil bersiap-siap untuk balik ke desanya, Rabu (17/10/2007) pagi.Keinginan untuk balik ke rumah juga dikemukakan oleh Nafiah (51). Menurut Nafiah banyak tetangga desanya memilih bertahan di rumah mereka. Dirinya mengaku bingung dengan kondisi saat ini padahal dari informasi yang dirinya dapatkan dari para tetangganya, kondisi desa mereka masih aman dari letusan. Melihat kondisi tetangganya masih baik-baik saja, Nafiah berpikir lebih baik dirinya kembali ke kampung halamannya. "Kalau tidak meletus ya lebih baik tinggal dirumah," katanya kepada detiksurabaya.com.Nafiah mengatakan, dirinya sebenarnya takut dengan status awas Gunung Keludyang telah ditetapkan. Namun karena kondisi di penampungan tidak menentu, dirinya tetap ngotot pulang kerumahnya. "Saya sebenarnya takut. Kalau meletus ya kita ngungsi lagi," tuturnya.Hal serupa juga terjadi pada para pengungsi yang berada di Desa Siman Kecamatan Kepung. Puluhan warga Desa Kebonrejo, Mulyorejo dan Tambaksari nekat untuk kembali ke rumah. Mereka menganggap tidak akan terjadi apa-apa pada Gunung Kelud."Puluhan pengungsi nekat pulang meski ditahan oleh petugas satlak. Mereka sudah tidak tahan tinggal di pengungsian," ujar Witanto warga Desa Siman saat dihubungi detiksurabaya.com.Sementara itu petugas Satlak PB Kabupaten Kediri tetap dengan keputusannya. Warga tidak boleh pulang ke rumah mereka karena status Gunung Kelud dinyatakan awas dan berbahaya. Seperti diberitakan, Status Gunung Kelud yang sebelumnya siaga, kini ditingkatkan statusnya menjadi awas. Peningkatan status awas ini diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB, Selasa (16/10/2007). Peningkatan status setelah melihat aktifitas Gunung Kelud yang semakin meningkat. (wln/bdh)
Berita Terkait