'Awe-Awe' di Gunung Gumitir Jember
Selasa, 16 Okt 2007 16:30 WIB
Jember - Arus mudik dan 'awe-awe' di Gunung Gumitir, Jember tidak bisa dilepaskan. Awe-awe merupakan para pemandu jalan di jalan raya gunung yang menghubungkan Jember-Banyuwangi dengan imbalan sejumlah uang. Dalam masa mudik dan balik lebaran seperti ini, mereka terbilang panen. Jumlah Awe-awe pada saat seperti ini juga bertambah."Pada hari-hari biasa, hanya puluhan. Kalau hari raya seperti ini seratusan orang," kata Muhammad, salah satu awe-awe yang mangkal di puncak Gunung Gumitir, Watugudang, Selasa (16/10/2007). Hal tersebut dibenarkan oleh Suwarni. Perempuan beranak empat itu, mengajak seluruh anaknya untuk menjadi awe-awe. Padahal dalam hari-hari biasa, hanya anak sulungnya, Ahmad Fauzi, 15 yang menjadi awe-awe."Saya ikut jadi awe-awe sejak puasa lalu samapai habis hari raya. Kalau hari biasa tidak," kata warga Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember itu.Sedangkan Fauzi menjadi awe-awe sejak duduk di bangku kelas IV SD hingga saat ini kelas I MTS. Pada hari sekolah, dia 'bekerja' sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB."Kalau libur dari pukul 06.00 WIB hingga sore hari," kata Fauzi. Fauzi mengaku pada hari biasa dalam sehari dirinya mendapatkan uang dari para pengguna jalan sebesar Rp 7.000 - Rp 10.000. Namun kalau bulan puasa dan hari raya, dia bisa mendapatkan Rp 30.000.Dalam musim mudik dan balik seperti saat ini, Fauzi bersama ibu dan tiga anaknya bekerja keras sebagai awe-awe. Mereka menjadi jalan dan berharap ada lemparan sekeping uang dari para pengguna jalan.Jika mereka beruntung, awe-awe tersebut juga akan mendapatkan pakaian. Seperti yang didapatkan Suwarni. "Saya diberi pakaian dan sarung baru tadi dari pengguna jalan yang menggunakan mobil," katanya.Tidak jarang Fauzi juga mendapatkan kue seperti biskuit dan coklat yang dilempar dari kendaraan.Dengan telaten mereka mengumpulkan uang Rp 100 - Rp 1.000 yang diberikan oleh pengguna jalan dengan cara dilempar dari kendaraannya. Mereka juga dengan berhati-hati melambaikan tangannya untuk memberitahukan bahwa di depan ada kendaraan atau tidak dan berharap ada imbalan untuk jasa mereka.
(bdh/bdh)











































