Dituduh Malpraktek, Warga Mojokerto Serbu Rumah Bersalin
Selasa, 16 Okt 2007 11:04 WIB
Mojokerto - Ratusan warga Desa Genengan, Puri, Mojokerto, Jawa Timur, menyerbu rumah bersalin milik seorang dokter karena menuduh dokter itu melakukan malpraktek. Mereka menuntut agar rumah bersalin itu ditutup.200 Warga mendatangi rumah bersalin milik dr Bambang Dibyo, dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Jalan Jayanegara nomor 218, Mojokerto, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (16/10/2007).Aksi warga ini terjadi setelah dr Bambang diduga telah melakukan malpraktek yang menyebabkan salah seorang warga Desa Genengan bernama Suliswati, meninggal.Menurut adik kandung Suliswati, Mahfudzi, kepada wartawan di sela-sela aksi, Suliwati meninggal pada Kamis (11/10/2007) lalu pukul 03.00 WIB dini hari, karena tidak mendapatkan bantuan melahirkan oleh dr Bambang.Suliswati datang ke dr Bambang untuk melahirkan pada pukul 01.00 WIB dini hari. Namun hingga air ketuban dan ari-ari bayi yang dikandungnya keluar, dr Bambang tidak melakukan tindakan apapun."Hingga Sulis menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 03.00 WIB dini hari," ungkap Mahfudzi.Menurut Mahfudzi, kasus Suliswati bukanlah kasus pertama korban malpraktek dr Bambang. Sedikitnya ada lima kasus sebelum adiknya. "Jika tidak mau menutup sendiri rumah bersalinnya, warga akan menutup paksa," ancamnya.Aksi unjuk rasa ini menyebabkan kemacetan lalu lintas hingga sekitar 300 meter. Sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polres Mojokerto diturunkan untuk mengamankan aksi ini.Hingga pukul 10.55 WIB, warga masih berorasi dan membentangkan spanduk serta poster yang berisikan tuntutan penutupan rumah bersalin tersebut. Salah satu poster bertuliskan "Tutup Rumah Bersalin Atau Kami Tutup Paksa."Sementara itu di dalam rumah bersalin, 7 orang perwakilan warga masih bernegosisasi dengan dr Bambang dan stafnya.
(stv/bdh)











































