Antisipasi Kelud Meletus, Satlak Dirikan Tenda Pengungsi
Senin, 15 Okt 2007 14:39 WIB
Kediri -
Kondisi Gunung Kelud yang semakin tak menentu tidak membuat Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Sat Lak PB) Kabupaten Kediri lengah. Hari ini mulai didirikan tenda pengungsian di beberapa titik. Rencananya malam nanti juga akan digelar simulasi evakuasi penduduk. Berdasarkan pantauan detiksurabaya.com, tenda pengungsi sudahj mulai didirikan di lapangan Desa Gadungan, Kecamatan Wates yang merupakan rencana lokasi pengungsian bagi warga dari Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar. "Kami mulai dirikan tenda karena tidak ingin persiapan yang terlalu mepet apabila Gunung Kelud benar-benar meletus," kata Kapten Infantri Sumadi, Danramil Gampengrejo, selaku pemimpin pendirian tenda pengungsian, Senin (15/10/2007). Menurut Sumadi tenda yang didirikan merupakan tenda prototip yang terdiri dari 3 bagian, yaitu tenda pengungsian, tenda kesehatan, dan tenda dapur umum. Tidak hanya mendirikan tenda prototip, hari ini petugas gabungan Sat Lak PB dan TNI Polri juga mulai melakukan pembuatan saluran sanitasi di sekitar tenda prototip. Saluran ini dibuat agar nantinya jika musim penghuja, tenda tidak digenangi air. Petugas gabungan hari ini juga melakukan pembuatan sistem drainase sebagai persiapan ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian. Sumadi juga menambahkan, pendirian tenda serta pembuatan sisten drainasu ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Wates sebagai rencana lokasi pengungsian bagi warga dari Kecamatan Ngancar, namun juga dilakukan di 3 kecamatan lain yang juga direncanakan sebagai lokasi pengungsian, yaitu Plosoklaten, Kepung, dan Kunjang. Ketika ditanya mengenai mulai didirikanya tenda pengungsian dengan apakah terkait dengan semakin dekatnya waktu letusan Gunung Kelud, Sumadi menolaknya. Menurutnya kegiatan ini hanya sebagai rangkaian kesiapan Sat Lak PB Kabupaten Kediri dalam menghadapi letusan Gunung Kelud. "Tidak-tidak ada kaitanya dengan semakin dekatnya waktu letusan, kami sendiri juga tidak tahu kapan Gunung Kelud akan meletus. Namun kami sebagai Sat Lak harus tetap siaga. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian tugas setelah Basarnas memberikan paparan beberapa saat lalu," jelas Sumadi, saat ditemui di Posko Utama Sat Lak PB di monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
(bdh/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































