Jalur Rawan Kediri-Malang Ramai Lancar
Minggu, 14 Okt 2007 14:09 WIB
Kediri - Memasuki hari ke-2 lebaran, minat masyarakat untuk melakukan perjalanan meningkat drastis. Hingga siang ini jalur Kediri-Malang, tepatnya di Kecamatan Kasembon terpantau ramai lancar. Petugas Kepolisian kembali mengingatkan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati mengingat jalur ini teridentifikasi rawan kecelakaan. Bripda Suratman, petugas jaga di Polsek Kasembon saat dikonfirmasi melalui telepon menyebutkan, berdasarkan pantauan hingga siang ini jumlah kendaraan bermotor yang melaju di jalur Kediri-Malang mencapai 40 hingga 60 kendaraan per menitnya. Kendaraan tersebut terpantau menuju arah Kota Malang dan pada jalur sebaliknya, yaitu menuju Kediri dan Jombang terpantau sepi. "Sangat padat. Namun hingga siang ini masih terpantau ramai lancar," kata Suratman kepada detiksurabaya.com, Minggu (14/10/2007). Selebihnya Suratman mengatakan, padatnya kendaraan yang melaju di jalur Kediri-Malang ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan hari-hari sebelumnya yang hanya 20 sampai 30 kendaraan per menitnya. Diperkirakan kepadatan kendaraan ini disebabkan keinginan masyarakat untuk memasuki Kota Malang yang dikenal memiliki berbagai objek wisata. "Mungkin masyarakat ingin memanfaatkan masa liburan ini untuk berwisata di Kota Malang," imbuh Suratman. Sebelumnya diperkirakan pada hari ini akan terjadi kemacetan di jalur Kediri-Malang. Hal ini mengacu pada tahun-tahun sebelumnya yang selalu terjadi kemacetan. Dalam kesempatan ini petugas Kepolisian kembali mengingatkan agar pengguna jalan yang melalui jalur tersebut berhati-hati. Hal ini mengingat jalur Kediri-Malang teridentifikasi rawab kecelakaan. Identifikasi kepolisian yang menyebutkan jalur Kediri-Malang sebagai rawankecelakaan karena banyaknya tikungan dan tanjakan serta turunan tajam pada jalur ini, namun tak dibarengi dengan badan jalan yang tergolong sempit. "Kembali kami ingatkan kepada pengguna jalan agar berhati-hati, tak perlu saling mendahului. Ini semua demi keselamatan para pengguna jalan sendiri," terang Suratman.
(bdh/bdh)











































