Penumpang Bus di Bojonegoro Melonjak 300 Persen

Penumpang Bus di Bojonegoro Melonjak 300 Persen

- detikNews
Kamis, 11 Okt 2007 14:50 WIB
Penumpang Bus di Bojonegoro Melonjak 300 Persen
Bojonegoro - Puncak arus mudik terjadi H-2 ini yang menggunakan bus di Terminal Rajekwesi terjadi lonjakan. Bahkan kenaikannya 3 kali lipat atau 300 persen."Memang kemarin terjadi lonjakan penumpang. Tapi ternyata hari ini saya perkirakan lebih banyak, bahkan 3 kali lipat dibanding hari biasa," jelas Agus Raharjo, Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro pada detiksurabaya.com, Kamis (11/10/2007).Sesuai data penumpang di Terminal Rajekwesi, penumpang bus hari biasanya hanya berkisar 2.000 sampai 2.500 orang. Sedangkan data angkutan lebaran pada H-3 kemarin terdapat 5.169 penumpang turun dari berbagai arah kota. Namun, H-2 ini diprediksi naik sampai 50% atau sekitar 7.500 sampai 8.000 orang."Kalau dibanding tahun lalu hanya terdapat sedikit peningkatan. Sebab trend pemudik sekarang ini lebih memilih untuk naik sepeda motor atau mobil pribadi," imbuhnya sambil berkomunikasi antar petugas pos kotis Dinas Perhubungan Bojonegoro dengan menggunakan handy talkie (HT).Menurutnya, pemudik dengan angkutan bus kebanyakan berasal dari arah Malang, Surabaya, Ngawi, Nganjuk, Cepu dan Tuban. Walau penumpang membludak tapi jumlah armada bus yang kini beroperasi sebanyak 180 unit dianggap mencukupi dan tidak sampai menurunkan bus cadangan.Hal serupa juga terjadi pada penumpang kereta api. Sejak H-3 kemarin, PT Kereta Api (KA) mengoperasikan 2 unit KA tambahan. Yakni, KA Sapu Jagad 50 dan Kertajaya Lebaran 250 yang keduanya mampu mengangkut 500 penumpang."Mungkin hari ini puncak arus mudik. Perkiraan jumlah penumpang KA yang turun Bojonegoro mencapai 1500-an orang. Dibanding kemarin sekitar 1300 orang berarti ada peningkatan 15% lebih," jelas Kepala Stasiun Kota Bojonegoro, Sugiharso.Ditambahkan Sugiharso, tiket KA Gumarang dan Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta yang berhenti di Bojonegoro sudah ludes terjual sampai dengan tanggal 23 Oktober nanti. Namun, jumlah penumpang KA kelas ekonomi seperti KRD dan Kertajaya tidak terbatas. Hanya tidak menerima pesanan tiket dan calon penumpang baru boleh membelinya persis sebelum keberangkatan KA.Foto: Angkutan darat seperti bus, masih menjadi primadona untuk mudik/Budi Sugiharto (fat/fat)
Berita Terkait