Rumah dan Gudang Tembakau di Jember Dilalap Api

Rumah dan Gudang Tembakau di Jember Dilalap Api

- detikNews
Kamis, 11 Okt 2007 10:21 WIB
Jember - Sekitar 11 rumah dan 10 gudang tembakau di Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Jember, ludes dilalap si jago merah. Hingga siang ini, warga yang rumah dan gudangnya terbakar masih mengais sisa-sisa harta bendanya."Hingga saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Kita juga masih menyelidiki dari mana titik api. Sebab, gudang itu dekat dapur yang mudah terbakar. Itu karena terbuat dari bambu dan daun tebu," kata Kapolsek Sumbersari AKP Nurmala Rambe saat dihubungi, Kamis (11/10/2007).Dia menambahkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat orang sedang menjalankan salat tarawih, Rabu (10/10/2007).Kebakaran itu berawal dari gudang milik pak Imron (60) warga setempat. Titik api itu dilihat pertama kali oleh Hj Mar'atus Soleha yang rumahnya berseberangan dengan rumah pak Imron. Perempuan tersebut berteriak minta tolong dan memberitahu warga sekitarnya.Hanya berselang beberapa menit, api tersebut terus membesar dan merembet ke dapur rumah pak Imron. Dapur dan gudang tersebut jaraknya berdekatan. Warga yang mengetahui ada kebakaran langsung berusaha memadamkan api dengan air sumur dan air PDAM. "Namun karena anginnya kencang sehingga api terus membesar dan membakar gudang dan rumah di sekitarnya," kata salah satu warga yang rumahnya ikut terbakar, Nemo (40). Karena rumahnya terbakar, Nemo hanya bisa menyelamatkan diri. Dia tidak bisa menyelamatkan isi rumahnya.Menurut Kepala Lingkungan Krajan, Syaiful, jarak antara rumah dan gudang memang saling berdekatan. "Gudang kemudian rumah. Dan jarak antar tetangga dekat sekitar 10 meter, api yang dihembuskan angin cepat melalap rumah yang lain," kata Syaiful.Api tidak merambat ke rumah-rumah lainnya karena mobil pemadam kebakaran datang beberapa menit setelah kebakaran itu terjadi. Sekitar 1,5 jam api baru benar-benar padam.Sementara warga yang rumahnya terbakar menderita kerugian sekitar Rp 20 juta untuk setiap rumah dan 10 juta untuk gudang yang terbakar. Gudang tersebut merupakan gudang pengeringan tembaku milik pribadi. Gudang itu terbuat dari bambu dan beratapkan daun tebu. Gudang itu rata-rata berukuran 9x12 meter. Pada saat itu, gudang itu masih kosong karena tembakau milik warga tersebtu belum dipanen.Warga yang rumahnya terbakar nampak menangis tersedu-sedu, mengingat sebentar lagi lebaran namun petaka tersebut datang. Rencananya orang-orang tersebut akan diinapkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kelurahan setempat. "Tetapi mungkin ada yang nginap di rumah saudara mereka," kata Syaiful. (fat/fat)
Berita Terkait