Ular Piton 3 Meter Gegerkan Kantor Pemkot Kediri

Ular Piton 3 Meter Gegerkan Kantor Pemkot Kediri

- detikNews
Rabu, 10 Okt 2007 14:10 WIB
Kediri - Lingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Rabu (10/10/07) digegerkan dengan ditemukannya seekor ular piton yang merayap di salah satu pohon di halaman parkir. Pemkot Kediri memutuskan tak akan melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan munculnya ular tersebut sebagai bentuk teror.Kemunculan ular piton tersebut pertama kali diketahui Guntur, salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri yang sedang piket jaga. Menurut Catur, ular piton tersebut memiliki panjang sekitar 3 meter dan diameter tubuhnya mencapai 40 centimeter. "Saya pertama lihat jam 04.30 WIB setelah selesai salat subuh. Awalnya ular itu hanya melata di bawah pohon, tapi lama-lama naik ke pohon," kata CaturCatur yang merasa ketakutan, berusaha membangunkan rekan-rekanya sesama anggota Sat Pol PP, namun parahnya tak satupun anggota Sat Pol PP yang berani mengusir ular piton tersebut dari halaman Pemkot Kediri. Selama hampir 2 jam, ular tersebut tampak berusaha masuk ke dalam ruangan Bagian Hukum Pemkot Kediri, yang berada tak jauh dari pohon tempatnya merayap. Setelah 2,5 jam akhirnya ular tersebut berhasil dievakuasi dari atas pohon. Proses evakuasi berlangsung selama hampir satu jam dan melibatkan 3 orang pawang ular yang didatangkan Pemkot Kediri. Kondisi kantor yang sudah ramai, sempat menyulitkan pawang melakukan evakuasi, karena antusiasme pegawai untuk melihat ular tersebut. Menurut keterangan pawang, ular tersebut merupakan golongan piton liar yang biasa hidup di hutan atau gunung. Namun hingga kini belum diketahui dari mana ular piton tersebut berasal. "Dari bentuk kepala dan giginya, sepertinya ular piton ini jenis liar," kata Subagyo, salah satu pawang yang melakukan evakuasi. Sementara Kabag Humas Pemkot Kediri, Haris Chandra Purnama saat dikonfirmasi mengatakan, ular piton tersebut diduga merupakan hewan piaraan yang lepas dari sangkarnya. Tetapi ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya warga sekitar Pemkot yang memelihara ular, Haris tak mengetahuinya. "Lha itu yang saya juga masih belum ngerti, apakah selama ini ada warga sekitar Pemkot yang memelihara ular," kata Haris Chandra Purnama. (mar/mar)
Berita Terkait