Gunung Kelud Kembali Tenang
Minggu, 07 Okt 2007 12:43 WIB
Kediri - Aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud di Kabupaten Kediri benar-benar sulit diprediksi. Setelah sehari kemarin menunjukan peningkatan aktifitas, saat ini gunung ini kembali tenang. "Benar-benar gunung yang unik. Apabila suatu gunung biasanya sekali meningkat aktifitasnya akan terus naik, namun tidak untuk Gunung Kelud," kata Deddy Sandria, Koordinator Posko Utama Satuan Pelaksana Penaggulangan Bencana (Sat Lak PB) Kabupaten Kediri, di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (7/10/2007).Berdasarkan catatan yang didapatkan Sat Lak PB dari tim pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hari ini aktifitas vulkanik dan kimia yang terjadi sangat minim. Hingga pukul 07.00 WIB, hanya tercatat satu kali gempa vulkanik, tanpa adanya gempa tektonik, maupun tremor. Hal ini berbeda dengan kemarin, yang hingga jam yang sama telah terjadi 2 kali tektonik dan 3 kali tremor. Untuk pengukuran suhu, alat pantau yang sehari sebelumnya rusak, sejak kemarin malam telah dapat dioperasikan. Suhu air danau kawah untuk permukaan adalah 34,3 derajat celcius. Untuk kedalaman 10 meter 36 derajat celcius, dan 36,8 derajat celcius untuk kedalaman 15 meter. Untuk aktifitas vulkanik dan kimia yang lain, tak banyak mengalami perubahan berarti apabila dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Suhu udara masih berkisar 17 hingga 18 derajat celcius. Secara visual cuaca di sekitar puncak Gunung Kelud masih cerah. Angin masih berhembus kencang dari selatan ke utara. Sedangkan kelembaban masih tetap pada angka 78 %. Satu parameter lain yang juga hasil pemantauan, yaitu warna air di danau kawah juga tak banyak mengalami perubahan. Warnanya tetap campuran hijau dan biru keputihan. Sementara salah satu anggota tim pemantaua dari PVMBG, Agus Solihin saat dikonfirmasi lewat telephon mjenyebutkan tidak adanya peningkatan berarti dari aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud bukan berarti statusnya diturunkan menjadi waspada. "Statusnya masih tetap siaga (level III), dan belum dikembalikan menjadi waspada (level II)," kata Agus Solihin.
(bdh/bdh)











































