Antisipasi Longsor Selama Mudik, 2 Alat Berat Disiagakan
Kamis, 04 Okt 2007 17:03 WIB
Pacitan - Jalur Ponorogo-Pacitan rawan longsor. Para pemudik yang akan melewati kawasan ini dihimbau berhati-hati. Terutama saat melintasi Kilometer 235+600 dan 242+750 ruas Desa Pucangombo, Tegalombo, Pacitan. Di lokasi itu terdapat dua titik rawan longsor berupa bahu jalan yang retak masing-masing sepanjang 24 meter dan 18 meter.Untuk mengantisipasi lonsor selama arus mudik nanti, Pemkab Pacitan menyiagakan 2 alat berat di sepanjang jalur itu. Selain itu, jalan sepanjang 40 kilometer ini juga rawan terjadi gunturan terutama saat turun hujan. Ini karena jalur lintas provinsi itu membentang diantara tebing curam dan sungai."Kami menyiagakan dua alat berat berupa unit wheel loader selama 24 jam setiap hatinya. Petugas di lapangan juga terus berkoordinasi dengan muspika setempat", kata Darno, Kepala Seksi Jalan, Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Pacitan kepada detiksurabaya.com, Kamis (4/10/2007).Lebih lanjut Darno mengatakan, untuk mencegah kemungkinan longsor selama musim lebaran pihaknya membangun tembok penahan. Sementara untuk memberi peringatan bagi pengguna jalan dipasang rambu tambahan dan pembatas berupa drum kosong di badan jalan yang menunjukkan gejala longsor. Sementara untuk daerah rawan gunturan dibangun pengaman tebing berupa pasangan semen dan batu.Darno mengakui banyaknya kendaraan yang melalui jalur tersebut dipastikan mempengaruhi ketahanan tanah penyangga jalan. Ini karena beban kendaraan yang lewat akan mengakibatkan getaran pada permukaan tanah dibawahnya. Terkait pembangunan jembatan di ruas desa Gunungsari kecamatan Arjosari yang hingga saat ini masih dalam pengerjaan Darno menjamin hal itu tidak akan mengganggu kenyamanan pemudik. Pasalnya, pelaksanaan proyek terus digenjot dan dipastikan selesai sebelum Idul fitri tiba. "Untuk bangunan fisik sudah selesai, tinggal pengaspalannya saja", jelasnya.Selain dihadapkan kemungkinan longsor dan gunturan, pengguna jalan yang melewati jalur Ponorogo-Pacitan harus ektra waspada terhadap jalan menyempit dan tikungan tajam. Kondisi paling berbahaya terdapat di Desa Ngreco kecamatan Tegalombo. Di tempat itu lebar jalan hanya 3,5 meter dengan panjang sekitar 8 kilometer. Sementara masih ada 3,5 kilometer ruas jalan lainnya yang hanya cukup dilewati satu kendaraan. Ini lantaran tebing disampingnya berupa batu terjal sehingga sulit dilakukan pengeprasan.
(bdh/bdh)











































