Sidak Pasar, Walikota Kediri Digeruduk Pedagang
Kamis, 04 Okt 2007 15:17 WIB
Kediri - Sial dialami Walikota Kediri, HA Maschut. Bermaksud sidak ke beberapa pasar tradisional di wilayahnya, dia malah mendapatkan protes dari para pedagang di salah satu pasar tradisional. Pedagang protes lantaran semakin maraknya pedagang kaki lima yang dianggap merugikan pedagang di dalam pasar. Kejadian tersebut dialami walikota yang telah dua kali menjabat tersebut di Pasar Setono Betek, Kamis (4/10/2007). Ketika meninjau kesiapan dan kondisi perdagangan di stan pedagang pakaian jadi, HA Maschut tiba-tiba didatangi puluhan pedagang yang mengaku sebagai perkumpulan pedagang pakaian.Pedagang yang berjumlah lebih dari 20 orang tersebut berteriak-teriak menyuarakan protes kepada walikota yang dianggap membiarkan semakin maraknya pedagang kaki lima, terutama pakaian jadi menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. "Kami disini yang membayar retribusi jadi sepi gara-gara adanya pedagang di jalan Joyoboyo dan Jalan Dhoho. Kami ingin walikota membuyarkan mereka," kata Suwarno (46), salah satu pedagang pakaian jadi di Pasar Setono Betek. Namun kondisi tegang tidak berlangsung lama, karena pengamanan yang ketat terhadap walikota. Seusai memberikan janji penertiban terhadap PKL liar, walikota segera meninggalkan pasar. Ditemui secara terpisah seusai walikota melakukan sidak, Suwarno mengakuhingga H-8 lebaran, penjualan pakaian di Pasar Setono Betek masih lesu. Secara umum, para pedagang pakaian jadi mengaku mengalami penurunan omset hingga 75%. Menanggapi protes pedagang pakaian jadi tersebut, HA Maschut mengatakan akan segera melakukan penertiban terhadap PKL liar tersebut. Namun Maschut tidak menjanjikan pelaksanaan penertiban dalam waktu dekat. "Pokoknya Sat Pol PP harus bisa. Namun saya tidak janji sekarang, karena waktunya terlalu sedikit. Apalagi sekarang sudah mendekati lebaran, kalau PKL liar dibubarkan justru akan menimbulkan masalah baru," ungkap HA Maschut. Hal sebaliknya justru dikemukakan Kepala Sat Pol PP Kota Kediri, Mohamad Kosim. Saat ditemui di sela-sela sidak Walikota, Kosim mengaku PKL di Jalan Joyoboyo sudah tertib dan tidak perlu dilakukan penertiban kembali. Ketika disinggung mengenai adanya back up yang dimiliki PKL liar dan tidak adanya retribusi yang diberikan PKL liar terhadap pemasukan PAD Kota. Kosim buru-buru kabur dengan tidak memberikan jawaban. "Mereka sudah tertib.., eh saya ditinggal rombongan, saya harus segera pergi," kata Kosim sambil bergegas meninggalkan wartawan yang mengerubutinya. Di tempat lain, seperti di Pasar Bandar dan terminal baru tamanan serta di stasiun kota, Maschut melakukan aksi sosial dengan membeli beberapa kebutuhan pokok, lalu diberikan secara cuma-cuma kepada para tukang becak dan pedagang di sekitar lokasi sidak.
(bdh/bdh)











































