Ngutil Celana, Waria Nyaris Digebuki Massa
Rabu, 03 Okt 2007 16:53 WIB
Jember - Niat Rini alias Purnomo (25), seorang waria untuk berlebaran dengan mengenakan baju baru, pupus sudah. Bahkan, rencana berlebaran sambil bersilaturrahmi ke rumah sanak keluarga dan tetanggapun, tampaknya harus dikubur jauh-jauh. Warga Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung itu, tampaknya bakal menikmati lebarannya di balik jeruji besi, setelah kepergok mengutil di Swalayan Hardys, Jember, Rabu (3/10/2007).Pelaku yang sempat kabur, dengan membawa sebuah celana panjang merek terkenal itu, nyaris babak-belur dihajar massa, sebelum akhirnya tertangkap di depan Pos Polisi Lalu Lintas, oleh personel Satuan Pengamanan (Satpam) swalayan itu.Seorang Satpam Hardys, Andri K, menerangkan, awalnya, ia telah curiga dengan gerak-gerik pelaku. "clingukan saat menuruni tangga berjalan (eskalattor). Dia tampak gelisah, ia berusaha mencari teman untuk turun, sambil menutupi perutnya, yang menggembung," kata Andri.Kecurigaan Andy semakin kuat, ketika alarm sensor berbunyi. Saat itu Purnomobersama dua pengunjung lain, melewatinya. Merasa aksinya terbongkar, pelakupun segera kabur ke arah barat.Bekerja sama dengan aparat kepolisian dan sejumlah masyarakat yang berada disekitar lokasi, pelaku akhirnya tertangkap sehingga tak sempat merasakanbogem mentah massa."Dia ternyata membawa sebuah celana panjang seharga Rp 180 ribu, yang disembunyikan di perutnya," kata Andri. Kepada sejumlah wartawan. Di depan petugas, Purnomo mengaku, terpaksa mencuri, karena sangat ingin mengenakan baju baru, saat Lebaran nanti. Untuk membelinya, Purnomo merasa tidak mampu, karena pekerjaannya sebagai pencari rumput.
(bdh/bdh)











































