Tiket KA Arus Balik Bojonegoro-Jakarta, Ludes
Rabu, 03 Okt 2007 12:11 WIB
Bojonegoro -
Lebaran masih 2 minggu lagi, namun tiket kereta api kelas eksekutif dan bisnis telah ludes terjual. Kereta untuk arus balik lebaran pada tanggal 15 sampai 22 Oktober 2007 yang paling banyak diminati pemudik adalah KA Gumarang dan Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta.Data yang diperoleh detiksurabaya.com dari Stasiun Bojonegoro, terjadi lonjakan harga tiket KA Gumarang dan Sembrani mulai tanggal 9 sampai 21 Oktober 2007. lonjakan harga ini sesuai kebijakan tarif atas yang diberlakukan oleh PT KA selama lebaran.Tiket KA Sembrani yang biasanya Rp 180 ribu naik jadi menjadi Rp 320 ribu. Sedangkan Gumarang pada hari biasa Rp 170 ribu juga melonjak menjadi Rp 320 ribu. Masih untung tidak terdapat kenaikan harga tiket KA kelas ekonomi.Menurut Sugiarso, Kepala Stasiun Bojonegoro, semua tiket KA Gumarang dan Sembrani sudah habis terjual meskipun harganya dipatok hampir 2 kali lipat. "Tidak ada lagi kursi untuk Gumarang dan Sembrani sampai tanggal 22 Oktober," jelasnya pada detiksurabaya.com, Rabu (3/10/2007).Bahkan kondisi penjualan tiket pada tanggal 23 Oktober sudah nyaris habis. "Memang tidak ada kuota kursi KA Gumarang dan Sembrani khusus untuk Bojonegoro. Tapi pembelian tiket bisa dilakukan di stasiun lain seluruhIndonesia secara on line," tambah Sugiarso.Meskipun tiket KA Gumarang dan Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta sudah habis terjual sampai 22 Oktober 2007, namun bukan berarti para calon penumpang tdakbisa naik kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Sebab PT KA masih menyediakan KA Argo Bromo Anggrek dengan jurusan yang sama.Dalam kondisi khusus, KA Argo Bromo Anggrek bisa mengangkut penumpang dari Bojonegoro meskipun biasanya tidak berhenti di Stasiun Bojonegoro."Argo Bromo bisa mengangkut minimal 5 penumpang dari Bojonegoro. Sedangkan harga tiketnya mencapai Rp 350 ribu dari Bojonegoro ke Jakarta pada puncak arus balik nanti," kata Sugiarso.PT KA belum menetapkan jumlah tambahan rangkaian gerbong untuk semua jenis KA sambil menunggu perkembangan jumlah penumpang lebaran. Sebab sejauhini kapasitas semua KA yang ada masih dianggap mampu menampung penumpang lebaran.
(bdh/bdh)










































