Warga 4 Desa Blokir Jalan ke Pusat Semburan Lumpur
Rabu, 03 Okt 2007 11:23 WIB
Sidoarjo - Aksi warga 4 desa korban lumpur dan karyawan perusahaan PT Debrima perusahaan sabun di Kedung Bendo Kecamatan Tanggulangin juga menutup jalan masuk ke arah pusat semburan lumpur di Desa Siring Kecamatan Porong. Ratusan orang ini memblokir pintu masuk pusat semburan dengan menggunakan sepeda motor.Puluhan sepeda motor ditaruh berjejer di pintu masuk ke arah pusat semburan tepatnya di perlintasan kereta api di depan eks kantor Koramil Porong. Akibatnya aktivitas penanggulan dan penguatan tanggul terganggu. 300 Orang yang sebagian besar adalah karyawan perusahaan PT Debrima ini menuntut Lapindo Berantas Inc untuk segera membayar uang muka 20 persen bagi perusahaan. Hingga saat ini PT Debrima belum menerima pencairan uang muka 20 persen.Soeparno warga Desa Siring kepada detiksurabaya.com, Rabu (3/10/2007) mengatakan, warga dan karyawan mengaku akan tetap bertahan hingga Lapindo datang dan menemui para pengunjukrasa. "Warga dan karyawan minta segera dibayarkan uang muka 20 persen. Apalagi waktunya dekat dengan lebaran," katanya.Akibat aksi ini, jalan Raya Porong dari arah Surabaya menuju Malang merambat. Karena sebagian badan jalan digunakan para pengunjuk rasa untuk memarkirkan kendaraannya. Dua pleton aparat kepolisian disiagakan oleh Polres Sidoarjo. Ini dilakukan untuk menghindari masa pengunjukrasa melakukan aksi yang anarkis dengan memblokir jalan. "Sampai saat ini tidak ada rencana warga dan karyawan ini mau memblokir jalan," imbuh Pak No panggilan akrabnya.
(wln/bdh)










































