Pemantauan Gunung Api Bukan Untuk Meramal Waktu Letusan
Selasa, 02 Okt 2007 16:23 WIB
Kediri - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana geologi (PVMBG) Surono membantah jika hasil pemantauan saat ini sudah disebut sebagai pertanda Gunung Kelud akan segera meletus. Meskipun terjadi kesamaan gejala letusan yang sama dengan gejala pada tahun 1990 silam, Surono tetap menganggapnya itu belum cukup sebagai parameter menentukan waktu terjadinya letusan Gunung Kelud. "Hasil pemantauan saat ini memang mirip dengan gejala letusan pada tahun 1990 silam, namun itu bukan berarti Gunung Kelud akan segera meletus," kata Surono, Selasa (2/10/2007)Surono menjelaskan, dari kegempaan saat ini juga terus menunjukan penurunan frekuensi. Jika di awal status waspada jumlah gempa bisa mencapai 17 kali dan di awal status siaga terjadi gempa vulkanik 10 kali lebih dalam satu jam, maka frekuensi gempa saat ini terus menurun.Terakhir, pada Senin dinihari hingga malam hanya ditemukan 6 kali gempa tremor, 4 kali tektonik, tanpa ada gempa vulkanik. Dan hingga siang ini, bahkan hanya terekam 3 kali gempa tektonik tanpa adanya gempa vulkanik maupun tremor.Untuk suhu danau kawah, surono menyebut selalu terjadi fluktuatif. Hari ini, hingga pukul 13.45 suhu danau kawah 36,4 pada kedalaman 15 meter."Unik pokoknya, dan ini seperti pada letusan tahun 1990 yang lalu. Saat itu, ketika semua aktivitas vulkanik mengalami penurunan, 3 sampai 4 hari berselang Gunung Kelud meletus," cerita Surono.Sementara berdasarkan selang waktu, Surono juga menyebut saat ini waktu yang paling tepat untuk Gunung Kelud meletus. "Sekarang berada di tengah rentang 15 hingga 30 tahunan Gunung Kelud meletus, dan dalam sejarahnya, Gunung Kelud memiliki selang waktu yang pendek antara letusan yang satu dengan lainya," imbuh Surono.Namun Surono mengungkapkan, dirinya tetap tidak dapat memastikan waktu terjadinya letusan Gunung Kelud. Semua yang dikatakanya hanya melihat dari faktor kemiripan gejala dalam letusan tahun 1990 silam, padahal letusan gunung api tidak dapat hanya dilihat dari faktor sejarah letusannya.
(mar/mar)











































