Liput Gunung Kelud, 2 Wartawan Keracunan Gas
Selasa, 02 Okt 2007 10:07 WIB
Kediri - Dua wartawan yang nekat turun ke kawah Gunung Kelud untuk keperluan liputan berbuntut petaka. Ke dua wartawan dari Metro TV dan LKBN Antara ini keracunan gas beracun. Arif Priyono (LKBN Antara) dan Sidiq kontributor Metro TV Blitar nekat turun sekitar 06.30 WIB, keduanya hendak mengambil gambar danau kawah Gunung Kelud, Selasa (2/10/2007). Namun tak disangkanya, keduanya merasa mual-mual dan pusing. Merasa badannya lemas, keduanya pun bergegas naik menuju gardu pandang yang biasa untuk menyaksikan danau kawah.Sesaat setelah naik ke gardu pandang, Arif jatuh pingsan dan dibopong oleh beberapa warga yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut. Arif pun langsung mendapat pertolongan dari tim SAR dan dibawa ke pos pantau Margomulyo yang berjarak 7,5 Km dari danau kawah.Saat ini Arif mendapat perawatan dari tim medis Puskesmas keliling Ngancar. Dia menjalani perawatan intensif. Tim medis memberikan bantuan oksigen dan saat diperiksa tekanan darahnya sempat drop yakni 90 per 100. Sementara Sidiq bisa naik dan sampai ke gardu pandang dengan selamat, meski tubuhnya lemas dan masih terasa pusing dan mual. "Saya menyesalkan kenekatan wartawan turun ke danau kawah. Karena keselamatan mereka bisa terancam. Apalagi angin berhembus kencang yang semakin mempercepat gas beracun naik ke permukaan," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono kepada detiksurabaya.com di Pos Pantau Margomulyo.Surono menambahkan, kedua wartawan itu tidak ada rekomendasi atau izin darinya. Sebab, Gunung Kelud dalam kondisi siaga hingga radius 5 Km tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun."Saya kepingin mengambil gambar kawah," ujar Sidiq kepada kawan seprofesinya ketika menolongnya di Pos Pantau Margomulyo.
(fat/fat)











































