Waspada Hujan Abu Kelud, Dinkes Butuhkan Masker
Senin, 01 Okt 2007 17:50 WIB
Kediri -
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengaku siap mengahadapi letusanGunung Kelud. Meski persediaan terbatas, mereka menyiapkan masker sebagai pelindung pernafasan warga. Sayanganya, stok yang mereka miliki masih tidak mencukupi untuk dibagikan warga."Kita sudah lakukan koordinasi dengan Satlak PB dan kami nyatakan siap mengahadapi bencana letusan Gunung Kelud," kata Suliani Suwadji, Kadinkes Kabupaten Kediri disela-sela mendampingi kunjungan Gubernur Jatim ke Pos Pantau Margomulyo, Senin (1/10/2007). Saat ini persiapan yang dilakukan Dinkes adalah mampersiapkan tenaga media yang akan sangat dibutuhkan sebagai tenaga pemberi pertolongan kepada pengungsi. Selain itu kebutuhan akan obat-obatran juga telah dipersiapkan. "Seluruh tenaga medis sampai di tingkat desa se Kabupaten Kediri sudah kamisiagakan. Dan untuk kebutuhan obat-obatan kami akan lakukan koordinasi dengan Satkorlak PB ditingkat Provinsi," terang Suliani Suwadji.Yang saat ini sudah benar-benar dipersiapkan adalah masker perlindungan pernafasan bagi warga. Hal ini diutamakan karena biasanya dalam bencana letusan gunung api, akan dibarengi dengan hujan abu yang dapat mengganggu pernafasan. Beberapa penyakit yang diperkirakan akan muncul antara lain, infeksi saluranpernafasan, bronkitis, dan radang otak. Jumlah masker yang diperlukan bisa mencapai 4.000 buah.Jumlah itu hanya untuk masyarakat di Kecamatan Ngancar yang lokasinya paling tinggi resikonya terdampak letusan Gunung Kelud. "Ini rekomendasi dari Satlak, kami harus sediakan masker lebih banyak," katanya. Namun sayang, stok masker yang ada di gudang Dinkes Kediri, diakui oleh Sulianisangat terbatas. Sebab masker yang disiapkan ini adalah sisa dari penanganan flu burung beberapa saat lalu. "Kita sudah koordinasi dengan satlak provinsi soal kebutuhan masker," tambahnya.
(gik/gik)










































