Arus Mudik di Pelabuhan Ketapang Mulai Terasa
Senin, 01 Okt 2007 15:22 WIB
Banyuwangi - Dua minggu menjelang Lebaran, tanda-tanda peningkatan arus mudik dari Bali ke Jawa sudah mulai nampak. Di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, para penyeberang dari Bali ke Jawa, lebih banyak didominasi pemudik dengan menggunakan sepeda motor.Dari pantauan detiksurabaya.com, Senin (1/10/2007) siang, di penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi, setiap kapal yang bongkar muatan di Dermaga MB atau Ponton terlihat puluhan sepeda motor yang turun dari kapal.Rata-rata pengendara motor tersebut mengaku, merantau di Bali. Karena Bali sudah sepi pekerjaan, akhirnya mereka mulai memilih pulang kampung. Selain itu alasan lain yang diungkapkan yakni, jika pulang mendekati hari H pasti terjebak kemacetan.Seperti yang diungkapkan Dea dan Rani yang bekerja sebagai penyanyi cafe di kawasan Kuta Bali. "Kalau pulang lebih cepat tentu lebih aman karena terhindar dari kemacetan," katanya kepada detiksurabaya.com, Senin (1/10/2007).Sementara, lonjakan tidak hanya pada pemudik yang mengendarai sepeda motor yang mendominasi isi kapal, penumpang pejalan kaki yang menggunakan jasa bus antar kota antar propinsi (AKAP) juga mendominasi. Bahkan, setiap bus yang turun dari kapal, terlihat penuh oleh penumpang.Manager operasional ASDP Ketapang, Kastari membenarkan jika tanda-tanda pemudik dari Bali ke Jawa yang mengendarai sepeda motor mulai banyak. Terutama di pagi atau malam hari."Kebanyakan penumpang mulai penuh dan melakukan perjalanan pada pagi dan malam siang hari. Kalau mudik saat siang hari, cuaca panas dan hal itu dihindari oleh pengendara motor," tambahnya.Diprediksi, volume kendaraan baik roda dua maupun roda empat naik pada H-3. Untuk itu, pihak ASDP menyiagakan 24 kapal layak beroperasi. 16 kapal di Dermaga MB dan Ponton serta 8 kapal di Dermaga LCM.Selama musim arus mudik, musim liburan Lebaran hingga arus balik tidak ada kapal yang melakukan perbaikan.
(fat/bdh)











































