Demo Sweeping Software Bajakan Berakhir Ricuh

Demo Sweeping Software Bajakan Berakhir Ricuh

- detikNews
Senin, 01 Okt 2007 12:30 WIB
Blitar - Saat melakukan hearing di dalam kantor DRPD Blitar terjadi kericuhan antara pendemo yang menentang sweeping software bajakan dan Ketua DPRD Blitar.Kericuhan bermula dari salah satu pendemo yang menyindir Ketua DPRD Blitar Samanhudi Anwar. "Apa perlu disuap dengan software legal seharga harga US$ 840 dengan cara menjual diri, menjual tanah dan menjual moral," kata salah seorang pendemo.Seketika itu juga, Samanhudi Anwar menggebrak meja sambil berteriak dan mengacungkan tangan ke para pendemo, "Anda jangan melecehkan lembaga DPRD dengan menyatakan bahwa kami bisa disuap," kata Samanhudi dengan penuh amarah.Otomatis, aksi gebrakan meja membuat suasana hearing yang dihadiri seluruh anggota Komisi I DPRD Kota Blitar dan pendemo menjadi tegang. Polisi dan Satpol PP yang berada di luar ruangan tanpa dikomando pun langsung masuk ke ruang paripurna."Kita dan pihak DPRD sangat bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan kasus ini. Dan kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian saat ini juga," kata Samanhudi di depan para pendemo.Usai peristiwa penggebrakan meja, pimpinan DPRD dan anggota komisi yang hadir meninggalkan ruang paripurna sambil berteriak dan menyatakan tidak terima lembaganya dikatakan telah disuap. Bahkan, dia mengancam tidak akan membantu pendemo dalam kasus sweeping software bajakan.Melihat sikap dari pimpinan dewan, para pendemo pun melongo dan hanya bisa diam saja melihat kepergian ketua DPRD dan anggota-anggotanya. Hingga saat ini suasana di dalam ruang paripurna masih dipenuhi pendemo dan terlihat tegang. Polisi dan satpol PP masih terlihat berjaga-jaga. (mar/mar)
Berita Terkait