Pembantaian Massal di Sumur Seco

Kekejaman PKI di Madiun (1)

Pembantaian Massal di Sumur Seco

- detikNews
Senin, 01 Okt 2007 09:07 WIB
Madiun - Peristiwa pembantaian massal yang dilakukan PKI di Madiun masih terngiang di kepala para saksi sejarah. Betapa tidak, sedikitnya 108 orang dibantai dengan sadis oleh PKI untuk mendirikan Soviet Republik Indonesia (SRI) di Madiun. Pembantaian massal itu, dilakukan pada 30 September 1948 setelah dilaksanakan proklamir negara SRI tersebut pada 18 September 1948.Dalam pembantaian di antara 108 orang rakyat tak berdosa itu, telah diketahui yaitu tiga orang kiai asal Kecamatan Takeran dan satu lagi seorang Bupati Magetan yakni MNG Sudibyo. Tercatat hasil identifikasi saat itu, sebanyak 68 jenazah dikenali identitasnya dan 40 jenazah lainnya hingga kini tak dikenal."Karena waktu itu, korban sebagian ada yang diculik dan juga ditipu mentah-mentah oleh PKI dengan alasan tertentu. Lalu korban di kumpulkan di Pabrik Gula (PG) Rejo Sari, Kelurahan Gorang-Gareng, Kabupaten Magetan," kenang Maedjan (75) warga Desa Seco, Kecamatan Bendo yang juga saksi hidup peristiwa tahun 1948 kepada detiksurabaya.com, Senin (1/10/2007).Begitu sore harinya, kata dia, para korban penculikan PKI itu dimasukkan ke dalam gerbong Kereta Api (KA) Pasopati dan dibawa menuju sebuah desa kecil dan jauh dari pusat keramaian.Ternyata, mereka di kumpulkan jadi satu dengan korban penculikan lainnya yang lebih dulu berada di sekitar Sumur Seco. Di tempat tersebut, lalu mereka dieksekusi secara massal dengan cara ditembak bagian dada maupun digorok lehernya hingga sekarat."Meski para korbannya masih banyak yang hidup, namun PKI tidak memperdulikan rintihan rasa sakit yang dirasakan oleh rakyat tak berdosa itu. Dengan sadisnya, para korban dimasukkan ke dalam sumur Seco yang dalamnya mencapai 16-20 meter," terangnya.Menurutnya gerakan yang di pimpin Muso itu, diketahui ternyata ingin mendirikan sebuah negara bernama SRI yang rencana istana negaranya berada di Madiun. Namun gerakan Muso tak lama. Kemudian pada 1 Oktober 1948 ditumpas habis pasukan Kodam Siliwangi Jawa Barat yang dipimpin Kolonel Gatot Subroto. "Bersamaan itu juga, dilakukan penggalian atau pengangkatan jenazah para korban yang dimasukkan ke dalam sumur Seco tersebut," ungkap Maedjan.Para korban kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) yang terletak di Jalan Pahlawan, Kota Madiun. (mar/mar)
Berita Terkait