Razia di Perbatasan Jatim-Jateng Ditingkatkan

Razia di Perbatasan Jatim-Jateng Ditingkatkan

- detikNews
Minggu, 30 Sep 2007 19:38 WIB
Madiun - Jajaran Lalulintas Polres Madiun mulai mengintensifkan operasi bagi pengendara roda dua maupun empat yang memasuki wilayah Madiun dan sekitarnya. Karena tidak menutup kemungkinan, para pelaku kejahatan membawa senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), minuman keras (miras) maupun obat-obatan terlarang.Operasi dimulai di jalur Surabaya-Solo yaitu di Desa Mancaan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, sekitar pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB, Minggu (30/9/2007). Sedikitnya, 100 personil polri terdiri dari Satuan Lalulintas (Satlantas), Satuan Reserse Kriminalitas (Satreskrim), Intelijen dan Provost Polres Madiun, dengan teliti memeriksa satu persatu bagi kendaraan baik dari arah timur maupun barat tidak luput dari penggeladahan petugas.Dalam kesempatan itu, puluhan kendaraan roda empat maupun dua terjaring operasi tersebut, karena mereka saat dilakukan penggeledahan tidak bisa menunjukan surat-surat kepemilikan kendaraan maupun SIM."Karena mereka tidak membawa STNK maupun SIM, ya kami amankan untuk diproses lebih lanjut nanti di persidangan," ujar Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Eko Widodo di sela-sela operasi tersebut.Menurutnya operasi yang digelar selama 2 jam itu, hingga petang ini pihaknya tidak menemukan adanya senpi, sajam, miras maupun obat-obat terlarang yang dibawa oleh para kendaraan baik roda dua atau empat."Setelah dilakukan razia sore ini, kami tidak menemukan adanya barang-barang terlarang itu. Tapi, kami tidak berhenti di sini saja. Menjelang lebaran ini, kami terus mengintensifkan razia di sejumlah titik yaitu Surabaya-Solo, Madiun-Ponorogo, Madiun-Surabaya dan Madiun-Ngawi," katanya.Ia menambahkan, pihaknya malam ini seusai sholat terawih akan melanjukan operasi di jalur selatan yaitu Madiun-Ponorogo. (gik/gik)
Berita Terkait