Status Gunung Kelud Siaga
Minggu, 30 Sep 2007 08:58 WIB
Kediri - Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejak Sabtu(29/9/2007) malam resmi menetapkan status Gunung Kelud yang berada di DesaSugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri berstatus siaga. Peningkatan status dari waspada (level II) ke siaga (level III) ini berdasarkanperubahan-perubahan signifikan yang terjadi dari aktifitas vulkanik yang ada. Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud, Umar Rosadi mengutarakan, peningkatan status ini dikeluarkan langsung oleh kantor pusat PVMBG di Bandaung, setelah tim pemantau di Pos Pantau Margomulyo mengirimkan data mengenai peningkatan aktifitas vulkanik pada Jum'at (28/9/2007) yang lalu. "Hasil dari laporan informasi yang kami kirimkan ke Bandung, kantor pusat memutuskan status Gunung Kelud berubah menjadi siaga," kata Umar Rosadi kepada detiksurabaya.com, Minggu (30/9/2007). Umar menambahkan, peningkatan status ini dilakuykan setelah dalam beberapa hariterakhir, aktifitas vulkanik Gunung Kelud teruys mengalami peningkatan yangsignifikan, antara lain jumlah kegempaan vulkanik yang semakin hari semakinbertambah frekuensinya. "Jadi salah satu penyebab perubahan status ini adalah jumlah kegempaan vulkanik yang terus meningkat. Tercatat sejak tanggal 16-29 September pukul 14.00 WIB jumlah gempa vulkanik dalam mencapai 54 kali," imbuh Umar Rosadi.Selain itu, dalam beberapa hari terakhir, gempa vulkanik yang terekam jugateridentifikasikan semakin menuju ke permukaan, dan tidak lagi di kedalaman.Amplitudo getaran yang terekam juga semakin bertambah, yaitu mencapai 2,5 mm. Faktor lain yang juga mendasari peningkatan status ini adalah terjadinya peningkatan konsentrasi kimia yang sidnifikan pada bulan September ini, apabila dibandingkan cfatatan pada bulan Agustus. "Catatan terakhir pada tanggal 15 September yang lalu, dan kandungan Sulfat (SO4), Klorida (Cl), Bikarbonat (HCO3), dan Fluorida (F), serta unsur-unsur logam lain seperti Natrium (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Klaium (K), terus menunjukan peningkatan hingga saat ini," kata Umar Rosadi. Sementara dari hasil pengukuran deformasi, tercatat adanya inflasi di tubuh Gunung Kelud. Hasil pengukuran dari Pos Pantau, Jarak pandang ke Gunung Pedot (salah satu rangkaian puncak di Gunung Kelud) terjadi pendekatan kemiringan. Dan hal sebeliknya terjadi menuju Gunung Sumbing, yaitu terjadi pemanjangan jarak miring. Untuk temperatur air di danau kawah, Umar Roasadi mengatakan hingga kemarin, suhunya mencapai 36,6 derajat celcius.
(gik/gik)











































