Santri Lirboyo Terjaring Razia di Tempat Wisata
Sabtu, 29 Sep 2007 12:00 WIB
Kediri - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kediri, Sabtu (29/9/2007) melakukan razia pasangan mesum di tempat-tempat wisata. Hasilnya 10 orang berhasil dijaring, diantaranya sepasang PNS dan santri Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri. Razia yang digelar di objek wisata Bendung Gerak Waruturi, di Desa Gampengrejo, Kecamatan Gampengrejo tersebut digelar setelah Sat Pol PP mendapatkan informasi dari masyarakat, mengenai maraknya perbuatan mesum di tempat tersebut. "Kita gelar razia ini dengan sandi INSAF, karena kami ingin menekan perbuatan mesum yang menurut informasi masyarakat marak di Bendung Gerak waruturi," kata Agung Nugroho, Kasie Trantib Sat Pol PP Kabupaten Kediri.Dalam razia yang digelar dengan melibatkan 15 personel Sat Pol PP dan 10 personel dari Polres Kediri tersebut, berhasil menjaring 10 orang yang diduga melakukan mesum, diantaranya ada pasangan PNS dan santri dari Pondok Pesantren Lirboyo. Sepasang PNS adalah Didik Agus Purwanto (42), seorang PNS di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Bandar, Kabupaten Jombang. Didik dijaring saat asyik berpacaran dengan pasangan selingkuhnya, Lilik Kholifah (30), karyawan perusahaan swasta dari Perak, Jombang. Sementara santri Lirboyo yang terjaring adalah M Bahrul Sulthoni (18), wargaKecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, yang tercatat sebagai santri Pondok Induk Lirboyo Kota Kediri. Santri lainya adalah Asfa Mirjakamala (17), dan Ani'atul Nurlailiyah (17). Keduanya berasal dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Nganjuk, dan masih tercatat sebagai santri Lirboyo. Dalam pemeriksan petugas, mereka menolak disebut sedang berpacaran. Mereka mengaku sedang istirahat setelah menengok temanya di Nganjuk yang sedang sakit. "Saya berani sumpah Pak, kami bukan pacaran. Kami ini msaih tetangga di Nganjuk, makanya kami pergi bersama-sama u8ntuk menengok teman yang sakit," kata M Bahrul Sulthoni. 6 orang lainya yang terjaring adalah pasangan Wilian Canggih Purnomo (17) pelajar MAN II Kediri, yang sedang berduaan dengan kekasihnya Izati (17) warga Kemuning, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Sukardi (23), warga Gondanggowar, Kabupaten Nganjuk, dengan pasanganya PujiRahmawati (17), santriwati dari Pondok Pesantren Miftahul Ula, Kertosono.Alasan menarik dikemukakan Sukardi saat diperiksa petugas. Dia mengaku nekadberpacaran di bulan Ramadan karena sudah kangen dengan pacarnya. "Kami lama tidak bertemu, saya sudah nggak tahan lagi," kata Sukardi polos. Mengania terjaringnya beberapa santri Pondok dan pasangan PNS ini, Agung Nugroho mengungkapkan, untuk sementara belum dapat memberikan sanksi tegas, dan hanya memberiukan pembinaan. "Sejak awal saya katakan sandi razia kali ini adalah INSAF. Jadi kami belummenindaknya, dan hanya memberikan pembinaan. Namun jika nanti tertangkap kembali, kami akan tindak tegas," ungkap Agung Nugroho.
(bdh/bdh)











































