Jelang Lebaran, Transaksi di Pegadaian Melonjak 140 %
Jumat, 28 Sep 2007 10:01 WIB
Kediri - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1428 H, transaksi di Perum Pegadaian cabang Kota Kediri meningkat hingga 140 persen. Bahkan, hingga minggu kedua bulan Ramadan ini, nilai transaksi yang terjadi sudah melebihi Rp 2 miliar. Untuk jenis barang jaminan pengajuan kredit, perhiasan emas dan elektronik menjadi yang dominan. Manajer Perum Pegadaian cabang Kota Kediri, Basuki Rahmad mengungkapkan, dalam kondisi normal, nilai transaksi maksimal hanya Rp 1,4 miliar dalam satu bulannya. "Namun hingga minggu kedua bulan Ramadan ini, nilai transaksi sudah mencapai Rp 2,4 miliar," katanya. Basuki menuturkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, semakindekat dengan perayaan lebaran, nilai transaksi akan semakin meningkat. "Tahun lalu seminggu menjelang lebaran, terjadi peningkatan transaksi hingga 180 persen," imbuhnya. Mengenai jenis barang yang dijaminkan oleh kredit gadai (sebutan penggadai barang), Basuki menyebut perhiasan emas yang paling utama. Basuki menambahkan, alasan lebih dominannya perhiasan emas sebagai jaminan pengajuan kredit, karena nilai jual yang masih tinggi meskipun dalam kondisi second. "Masyarakat sudah sadar, emas lebih laku dijual. Kalau mobil, motor dan barangelektronika, harga tawar maksimal hanya setengah dari harga baru," jelas Basuki. Sementara, mengenai kemungkinan pelaku kredit gadai merupakan perusahaan yangmenggadaikan asetnya untuk keperluan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya, Basuki menolak menyebutkan. "Ini sudah aturan dari pusat, daftar nama kredit gadai tidak bisa disebarluaskan. Ini semua sebagai bentuk perlindungan privasi kredit gadai," ujar Basuki. Namun ketika didesak, Basuki tidak menolak mengenai kemungkinan adanya perusahaan yang lebih memilih pegadaian sebagai tempat pengajuan kredit dibandingkan perbankan. Alasannya, penerapan bunga di pegadaian lebih flexibel.
(bdh/bdh)











































