Tagih Janji, Warga Bojonegoro Demo PetroChina
Kamis, 27 Sep 2007 17:21 WIB
Bojonegoro - 50 Warga Desa Campurejo, Bojonegoro, kembali menggelar unjuk rasa di lokasi sumur minyak Sukowati, Kamis (27/9/2007). Mereka menuntut pencairan dana Community Development (CD) serta dana kompensasi atas korban kebocoran gas.Demo ini merupakan kelanjutan demo sebelumnya pada Sabtu (22/9/2007) lalu yang tak kunjung mendapat tanggapan dari Joint Operating Body (JOB) Pertamina-PetroChina sebagai kontraktor sumur Sukowati.Dengan membawa berbagai spanduk dan poster, mereka orasi anti perusahaan minyak itu secara bergantian di depan lokasi sumur yang hanya berjarak 200-300 meter dari pemukiman warga. Aksi diwarnai dengan pembakaran ban bekas dan replika keranda mayat.Imam Sutikno, juru bicara aksi mengatakan, warga sudah lama menjadi korban dari kegiatan pengeboran minyak. Beberapa kali terjadi semburan gas yang akibatkan puluhan warga keracunan dan dirawat di rumah sakit.Belum lagi limbah lumpur yang mencemari lingkungan dan lokasi pertanian."Mana kompensasinya? Padahal dana CD yang Rp 1,5 miliar itu ada tapi kok tidak segera dicairkan," teriak Imam Sutikno dalam orasinya.Warga menuntut diberikannya kompensasi atas berbagai dampak negatif akibat kegiatan tambang migas di sumur Sukowati. Temasuk pada korban sakit akibat keracunan gas minta penggantian berupa uang selama mereka dalam perawatan di rumah sakit.Terakhir kali, hembusan gas yang terjadi belum ada dua minggu ini mengakibatkan 11 warga harus dirawat di RSUD Bojonegoro. Namun hingga saat ini, pihak Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) tak kunjung memberikan kompensasi pada korban.Menanggapi gelombang unjuk rasa warga, Bambang Silasakti, Public Relation JOB Pertamina-Petrochina berjanji mengakomodir tuntutan mereka. "Kami sudah rencanakan pemberian kompensasi dan pencairan dana CD selambatnya bulan Oktober nanti," jelasnya pada warga dalam lokasi lapangan minyak Sukowati.Perlu diketahui, 11 orang korban keracunan gas sumur Sukowati yang rawat inap di RSUD Dr. Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro hanya diberi Petrochina berupa biaya perawatan dan uang makan bagi keluarga korban yang menunggu di rumah sakit.
(mar/mar)











































