Korban Lumpur (Akan) Lebaran di Kampung Orang Lagi
Kamis, 27 Sep 2007 13:58 WIB
Sidoarjo -
Lebaran memang kurang 15 hari lagi. Namun ribuan warga 4 desa di Porong, Sidoarjo untuk kedua kalinya harus merayakan Idul Fitri di luar kampung halamannya.Sebab desa tempat tinggal mereka selama ini sudah habis tidak tesisa ditelan lumpur panas Lapindo.Semenjak lumpur menyembur lebih 1,5 tahun yang lalu, kini mereka meninggalkan tempat kelahirannya untuk mencari tempat tinggal baru. Mereka kini lebih memilih mencari rumah kontrakan yang jauh dari tempat asalnya."2 Kali Lebaran ini, kami harus merayakannya di tempat lain. Dulu bisa bersilaturahmi dengan para tetangga, kini tidak bisa lagi," kata Sutikno, warga Desa Siring RT 5 RW 2 yang rumahnya sudah habis ditenggelamkan lumpur saat berbincang dengan detiksurabaya.com melalui ponselnya, Kamis (27/9/2007).Pak Tik panggilan akrab pria berusia 53 tahun ini kini mengontrak rumah di Perumahan Magersari Blok AD Sidoarjo. Dia mengaku, meski saat ini dirinya sudah mempunyai tempat tinggal baru walau masih mengontrak, namun dirinya belum bisa melupakan kenangan saat merayakan Lebaran bersama sanak saudara di kampung halaman. "Lebih pas, kalau Lebaran dirayakan di kampung halaman, mas. Karena kita sudah bertahun-tahun tinggal di tempat itu," ungkapnya.Meski dirinya sudah meninggalkan kampung halamanya sejak 1 tahun lalu, Pak Tik mengaku hingga saat ini masih terkenang dengan tempat kelahirannya. Karena dia dilahirkan dan dibesarkan di Desa Siring.Jarak rumah Pak Tik dengan lokasi pusat semburan lumpur hanya berjarak sekitar 500 meter. Dan tempat tinggalnya beserta rumah beberapa tetangga merupakan yang paling terakhir terkena lumpur, karena 30 meter dari rumahnya sudah dikelilingi tanggul penahan lumpur.Kini Pak Tik beserta istrinya Bu Tutik, sudah memutuskan untuk menetap di tempat tinggal yang baru di Perumahan Magersari. Karena 2 minggu yang lalu, uang muka ganti rugi sebesar 20 persen sudah dia terima dari PT Minarak Lapindo Jaya. "Dengan uang muka ganti rugi itu, saya akan membeli rumah di sini. Karena ibu saya masih ada di Desa Siring Barat tinggal bersama saudara," papar Pak Tik.Untuk lebaran tahun ini, Pak Tik beserta keluarga yang lain berencana mengunjungi bekas tempat tinggalnya untuk melakukan tabur bunga di makam keluarga yang juga telah dibenamkan lumpur. Hal senada juga diungkapkan Bambang, warga Desa Renokenongo yang saat ini lebih memilih bertahan di penampungan pengungsi di Pasar Baru Porong.Bambang mengaku, dirinya beserta ratusan warga lainnya lebih memilih bertahan di pengungsian agar Lapindo benar-benar bisa memberikan ganti rugi yang layak kepada mereka. Selain itu juga untuk menjaga kebersamaan antara warga selama rumah mereka sudah tidak bisa dihuni lagi. "Terpaksa Lebaran tahun ini kita harus merayakannya di tempat pengungsian," ujar Bambang.
(bdh/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































