251.630 Warga Blitar Terancam Letusan Gunung Kelud

251.630 Warga Blitar Terancam Letusan Gunung Kelud

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 09:29 WIB
Blitar - Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Blitar menyebutkan, sebanyak 251.630 jiwa warga Blitar berpotensi besar menjadi korbanapabila Gunung Kelud meletus. Jumlah ini merupakan 13 kali lipat jumlah warga di Kabupaten Kediri, yang terancam menjadi korban letusan gunung berapi itu. Hal ini diungkapkan Palal Ali Santoso, Sekretaris Satlak PB kabupaten Blitar, saat rapat koordinasi dengan berbagai dinas terkait, di pendopo Kabupaten Blitar, Rabu (26/9/2007). "Jumlah warga kami yang terancam memang sangat banyak, dan itu kami dapatkan setelah melakukan pendataan di setiap kecamatan," kata Palal Ali Santoso. Palal menambahkan, dari jumlah sekian banyak merupakan warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan III. Untuk KRB II merupakan lokasi yang berjarak 5 sampai 7 Km dari Gunung Kelud. Lokasi itu meliputi Kecamatan Nglegok, Garum dan Gandusari. Sedangkan KRB III merupakan lokasi yang berjarak 7 sampai 10 Km dari Gunung Kelud dan meliputi 7 kecamatan, yaitu Ponggok, Kademangan, Talun, Wlingi, Udanawu, Srengat, dan Sanankulon. "Kita masih beruntung, karena dari pemetaan yang kami lakukan di KRB I yang berjarak 0 sampai 5 KM dari Gunung Kelud, untuk daerah Blitar ternyata tidak berpenduduk," kata Palal Ali Santoso. Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan oleh pihaknya, Palal menyebutkan lokasi KRB II berpenduduk 90.642 jiwa. Sedangkan lokasi KRB III, jumlah penduduknya 160.988 jiwa. "Jadi jika dijumlah secara keseluruhan mencapai 251. 630 jiwa," ungkapnya.Dari jumlah tersebut, merupakan 13 kali lipat dari jumlah warga Kabupaten Kediri yang terancam menjadi korban letusan Gunung Kelud, yaitu 18.204 jiwa. Sejauh ini, Satlak PB Kabupaten Blitar sudah menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan sebagai sarana evakuasi dan pemberian pertolongan kepada warga, apabila Gunung Kelud meletus, antara lain tenda, genset, perahu karet, mobil angkutan evakuasi, alat berat, dan seperangkat keperluan pembentukan dapur umum. (bdh/bdh)
Berita Terkait