PSK dan Satpol PP Main 'Petak Umpet' di Kebun Jagung

PSK dan Satpol PP Main 'Petak Umpet' di Kebun Jagung

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 09:07 WIB
Surabaya - Kesucian bulan Ramadan ternyata tak membuat para pekerja seks komersil (PSK) ini bertobat. Mereka tetap saja nekat beroperasi. Buahnya, ya kena garuk.Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, pada Rabu (26/9/2007) pukul 01.00 WIB kembali melakukan operasi penertiban terhadap PSK. 3 PSK sempat diamankan setelah petugas melakukan kejar-kejaran di kebun jagung. Razia dengan kekuatan 15 personil tersebut menyisir tempat-tempat hiburan malam yang disinyalir melanggar instruksi Walikota Kediri terkait aturan jam beroperasinya di bulan Ramadan. Namun dari beberapa tempat hiburan malam yang didatangi, semua sudah dalam keadaan tertutup."Kita tidak tahu apakan mereka patuh pada aturan atau razia ini bocor. Tapi yang jelas kami bersyukur, mereka tidak ngeyel buka di jam terlarang ini," kata Jatmiko, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri. Razia selanjutnya dilanjutkan dengan sasaran PSK jalanan yang sering beroperasi di bantaran Sungai Brantas, dan Jalan Ahmad Yani, atau di depan water tower PDAM. Hasilnya, dari bantaran Sungai Brantas, petugas berhasil mengamankan 2 PSK jalanan yang sedang bertransaksi dengan calon pemakai jasanya. Namun sayang, petugas gagal menangkap lelaki hidung belang yang sedang bertransaksi dengan PSK tersebut. Lokasi berikut yang menjadi sasaran razia adalah depan water tower PDAM. Di tempat ini petugas mendapati 7 PSK dan lelaki hidung belang sedang berkerumun. Kedatangan petugas membuat mereka berlarian menuju kebun jagung yang ada di belakang water tower PDAM. Aksi kejar-kejaran di tengah kebun jagung yang gelap antara petugas dan PSK, hanya dapat menangkap 1 PSK yang diketahui masih berusia 20 tahun. PSK tersebut mengaku bernama Eni, dan berasal dari Malang. "Tempatnya gelap sekali, kami sangat kesulitan mengejar mereka yang telah hafal dengan tempat pelarianya," ujat Jatmiko. Petugas dan PSK seakan tengah bermain petak umpet saat penggerebegan.Tidak seperti pada razia-razia sebelumnya yang hanya mendata dan memberikan peringatan di tempat, dalam razia semalam, PSK yang ditangkap diamankan di kantor Satpol PP di Balaikota Kediri. Selanjutnya mereka didata, diberikan pengarahan dan dilepaskan kembali. Kepala Sat Pol PP Kota Kediri, Mohamad Kosim mengatakan, razia ini sebagai bentuk pelaksanaan instruksi walikota perihal aturan jam beroperasi tempat hiburan malam, cafe, dan warung remang-remang di bulan Ramadan. "Kita ini kan bertugas mengamankan bagaimana instruksi walikota itu dapat berjalan dengan benar, dan salah satu caranya dengan razia seperti ini," kata Mohamad Kosim. Mohamad Kosim juga menyebutkan, razia serupa akan rutin dilakukan setiap dua hari sekali selama bulan Ramadan ini, dengan lokasi yang berbeda-beda. (mar/mar)
Berita Terkait