Kelud Waspada, Kementerian ESDM Turun Gunung

Kelud Waspada, Kementerian ESDM Turun Gunung

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2007 18:30 WIB
Kediri - Belum redanya aktifitas vulkanik yang terjadi di Gunung Kelud membuat pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (25/09/07) melakukan sidak ke Pos Pemantau dan danau kawah Gunung Kelud. Sayang, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi kedatangannya ke Gunung Kelud, mereka enggan memberikan keterangan mengenai tujuan kedatangannya.Pejabat Kementrian ESDM yang datang adalah Kepala Bagian Geologi Kementerian ESDM, Bambang Dwianto. Dia datang didampingi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sorono. Dalam sidak yang berlangsung tertutup tersebut, kedua pejabat dari Kementerian ESDM ini tidak hanya mendatangi Pos Pemantau Gunung Kelud yang berada di DusunMargomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar saja. Namun juga menuju danau kawah di puncak Gunung Kelud. Mereka melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan dari aktifitas Gunung Kelud. Namun sayang setelah melakukan sidak, mereka enggan memberikan keterangan dari hasil sidaknya. "Kita hanya ingin membuktikan apakan yang selama ini diberitakan di beberapa media memang benar terjadi," kata Surono, sambil bergurau dengan wartawan yangmenanyainya. Hal senada juga diungkapkan Umar Rosadi delaku Ketua Tim Tanggap Darurat GunungKelud, yang juga enggan memberikan keterangan mengenai kedatangan atasannya. "Ya mungkin mereka ingin mengetahui keadaan bawahanya di lapangan itu bagaimana. Tidak ada tujuan apapun," ungkap Umar Rosadi dengan mimik wajah terkesan menyembunyikan sesuatu. Umar justru mengatakan saat ini yang berhak memberikan keterangan terkait perkembangan aktifitas vulkanik di Gunung Kelud adalah Kepala Sb Bidang pengawasan Gunung Kelud PVMBG Agus Budianto, yang mulai kemarin bergabung dengan Tim Tanggap adarurat dalam melakukan pemantauan Gunung Kelud. Dalam keteranganya, Agus mengungkapkan sat ini status Gunung Kelud masih tetapwaspada. Namun Agus juga menyebutkan status waspada saat ini lebih mengarah pada gejala meletusnya gunung yang signifikan. Ketika ditanya mengenai status waspada dengan gejala yang signifikan, Agus tidak menolak jika tanda-tanda yang ada saat ini sudah cukup kuat untuk menyebut Gunung Kelud akan segera meletus. "Kita selalu mencatat tanda-tanda yang terjadi menjelang letusan pada tahun 1990 silam, dan ternyata tanda-tanda itu hampir sama dengan yang terjadi sekarang," kata Agus Budianto. Tanda-tanda yang dimaksudkan oleh Agus Budianto adalah diantaranya terjadinyakegempaan yang jauh melampaui batas kewajaran saat terjadi status aktif normal.Tanda lain adalah terjadinya perubahan air pada danau kawah yang semakin harisemakin memutih dan keruh. Hal ini sama persis dengan kondisi 2 bulan sebelum Gunung Kelud meletus pada tahun 1990 silam.Mengenai perkembangan aktifitas vulkanik dari Gunung Kelud hari ini, Agus menyebutkan perubahan suhu sebagai hal yang paling signifikan. "Hari ini suhunya berkisar antara 34,5 sampai 36,5 derajat celcius. Untuk kegempaan, hingga pukul 14.00 WIB sudah tercatat 12 kali gempa tektonik jauh, dan untuk warna air danau kawah, saya menyebutnya hijau keputih-putihan bercampur susu," jelasnya. Secara terpisah, ahli kimia yang tergabung dalam Tim Tanggap Darurat, Syegi mengungkapkan, dirinya telah berhasil mengidentifikasi kandungan gas beracun dalam danau kawah, antara lain H2S (asam sulfat), SO2 (disulfida), CO2 (karbon monoksida), H20 (air), dan CO (sulfida).Dari sekian banyak kandungan gas beracun tersebut, Syegi menyebutkan CO2 merupakan yang paling beracun apabila kandunganya diluar batasa normal, yaitu 40 ton per hari.Padahal saat ini kandungan CO2 dalan danau kawah telah mencapai 344 ton perhari. "Ini jelas sangat berbahaya," kata Syegi. (bdh/bdh)
Berita Terkait