Air Danau 'Mendidih', Status Gunung Kelud Belum 'Siaga'
Senin, 24 Sep 2007 20:30 WIB
Kediri - Hingga hari ke-12, aktifitas Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur masih terus mengkhawatirkan. Bahkan Senin (24/9/2007) petang, gelembung air pada permukaan air danau kawah sepintas seperti air yang mendidih kian meluas. Tim Vulkanologi mensinyalir kemunculan gelembung air ini diakibatkan semakintingginya kandungan Gas CO2 dalam danau kawah, yang suhunya berkisar antara 34,7 hingga 35,7 derajat celcius. Ketua Tim Tanggap Daruat Gunung Kelud, Umar Rosadi mengungkapkan, kemunculangelembung air di danau kawah ini mulai terjadi sejak hari Minggu kemarin.Hingga hari ini, gelembung air yang biasa disebut bualan tersebut belum juga menghilang. "Saya mulai mengetahuinya sejak Minggu sore kemarin, dan ini dimungkinkan karenaterus meningkatnya tekanan gas dari dalam dapur kawah," kata Umar Rosadi. Umar juga menjelaskan, selain kemunculan gelembung air yang mengakibatkan air tampak mendidih, saat ini aroma belerang juga sangat menyengat. Hal ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. "Sejak dari tangga menunju kawah, aromanya sangat menyengat," lanjut Umar Rosadi. Munculnya gelembung beraroma belerang yang sangat menyengat ini sangat mengganggu pekerjaan Tim Pemantau dalam melakukan pengukuran kandungan CO2. Peningkatan aktifitas lain yang tejadi di Gunung Kleud adalah terjadinya gempatektonik lokal pada hari ini. Tercatat dalam seismograf, hingga pukul 17.30 WIB sore ini 8 kali gempa tektonik jauh dan 2 kaliu tektonik lokal. Sementara perkembangan lain yang juga terjadi adalah semakin pekatnya kabut yang menyelimuti puncak Gunung Kelud. Hal ini berdampak pada jarak pandang yang tinggal 50 meter. Kabut tebal yang muncul tersebut, menurut pengakuan Umar Rosadi juga mengakibatkan tidak akuratnya salah satu alat pemantau aktifitas Gunung Kelud, yaitu Electric Distance Measurenment (EDM). "EDM itu akan bekerja apabila mendapatkan sinar ultra violet. Kalau tetutup kabut seperti ini, ya secara otomatis kerjanya tidak optimal," katanya. Meskipun peningkatan aktifitas teus terjadi, Umar Rosadi menganggap status Gunung Kelud belum saatnya dinaikan menjadi siaga.
(gik/gik)











































