Aksi Dorong dan Lempar Sepatu Warnai Demo PKB

Aksi Dorong dan Lempar Sepatu Warnai Demo PKB

- detikNews
Senin, 24 Sep 2007 15:14 WIB
Aksi Dorong dan Lempar Sepatu Warnai Demo PKB
Jember - Sidang paripurna DPRD Jember diwarnai aksi demo dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember, Senin (24/9/2007). Demo di depan pintu masuk kantor dewan itu juga diwarnai aksi saling dorong antara pendemo dan petugas. Selain itu, saat aksi demo juga disertai aksi lempar sepatu dan batu ke arah petugas dan pintu masuk kantor dewan. Ratusan orang dari massa PKB Jember mendatangi gedung dewan untuk memprotes proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota dewan yang berasal dari FKB Jember. Dalam orasinya mereka meminta agar pimpinan DPRD Jember segera memproses PAW 9 anggota FKB. Mereka juga mengkritik kepemimpinan Ketua DPRD Jember, Madini Farouq (Gus Mamak) yang dinilai tidak sah. "Sebab Gus Mamak telah dicopot oleh Gus Dur dan tidak diakui lagi sebagai Ketua PKB Jember. Karena itu dia juga tidak layak dan tidak sah menajdi ketua DPRD karena memang telah dipecat," kata Hafidi, salah seorang pendemo. Menurut mereka, sidang paripurna yang dipimpin oleh Gus Mamak juga tidak sah karena alasan tersebut. Ketua DPRD Jember, Madini Farouq merupakan Ketua PKB kubu Khoirul Anam yang telah dibubarkan. Proses PAW terhadapnya beserta delapan anggota FKB lainnya telah dilakukan sejak tiga bulan lalu namun belum juga ada kabar. Tidak puas dengan proses PAW yang tersendat-sendat, massa PKB akhirnya demo. Ratusan massa yang berasal dari 31 PAC PKB se Kabupaten Jember berkumpul di halaman DPRD Jember sejak pukul 11.00 WIB. Pada awalnya mereka melakukan aksi damai dan meminta anggota dewan termasuk Gus Mamak menemui mereka. Namun permintan itu tidak digubris hingga akhirnya mereka memaksa masuk ke gedung dewan. Petugas yang terdiri dari Satpol PP dan polisi membentuk barikade di depan pintu masuk dan menghalangi pendemo masuk ruangan. Akibatnya aksi saling dorong tidak terhindarkan. Pada aksi pertama, para pendemo tidak bisa menembus barikade petugas. Seorang pendemo melempar sepatu pada polisi. Untunglah polsii tersebut tidak terpancing hingga tidak terjadi kericuhan. Proses negosiasi ditempuh para pendemo dan petugas. Mereka meminta perwakilan PAC masuk ke gedung DPRD. Di tengah negosiasi itu, aksi lempar sepatu, sandal dan batu berukuran kecil ke pintu gedung dewan terjadi. Namun hal itu tidak memancing emosi para petugas. Negosiasi yang berjalan alot membuat para pendemo tidak sabar. Mereka kembali melakukan aksi dorong dengan petugas. Beberapa saat setelah aksi dorong kembali, petugas memperbolehkan perwakilan PAC masuk gedung dewan.Mereka ingin menemui Gus Mamak, namun yang bersangkutan sedang memimpin rapat persetujuan permohonan Bupati Jember MZA Djalal tentang peminjaman dana Rp 4 miliar ke Bank Jatim untuk RSUD dr Soebandi dan pencairan dana untuk Penerangan Jalan Umum (PJU). Sementara di dalam ruang dewan, penjagaan ketat dilakukan di tiap pintu masuk ruang sidang paripurna. Tujuh anggota FKB yang berasal dari DPC PKB pro Gus Dur melakukan Walk Out (WO) atas rapat tersebut.Menurut Ketua DPC PKB Jember, Miftahul Ulum, langkah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap persetujuan pencairan dana PJU Rp 85 miliar yang dilakukan melalui voting. "Kalau untuk peminjaman dana ke Bank Jatim karena itu untuk pembayaran Askeskin kami setuju, tetapi pencarian dana Rp 85 miliar untuk PJU kami menolaknya. Dan akhirnya rapat dilakukan melalui mekanisme voting kami menolaknya dan memilih WO," kata Ulum. Setelah rapat internal DPRD Jember tentang pembahasan dua agenda tersebut, rapat dilanjutkan dengan sidang paripurna Rancangan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember tahun anggaran 2006. Dalam rapat yang dihadiri Bupati Jember MZA Djalal dan jajaran Muspida serta kepala dinas itu juga diwarnai aksi WO dari tujuh anggota FKB. "Kami kecewa dengan kepemimpinan Mamak dan kami memilih WO. Karena proses PAW FKB tidak pernah ditanggapi," kata Ulum. Sementara itu, terkait proses PAW, Gus Mamak mengatakan, jika itu bukan hanya kewenangan Ketua DPRD saja. "Tetapi harus ada tanda tangan tiga orang yakni ketua dan dua wakil ketua, jadi bukan hanya saya saja," katanya. Namun Ulum menilai jika pertemuan antar pimpinan DPRD Jember tentang proses PAW tidak pernah dilakukan, maka proses PAW juga tidak akan pernah dibicarakan. "Kalau tidak pernah ketemu mana pernah dibicarakan," katanya. Demo berakhir ketika tujuh anggota FKB itu melakukan WO dari sidang paripurna. Demo berakhir sekitar pukul 13.15 WIB. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait