Gudang PTPN X Diduga Kuat Sengaja Dibakar

Gudang PTPN X Diduga Kuat Sengaja Dibakar

- detikNews
Senin, 24 Sep 2007 14:53 WIB
Jember - Enam gudang PTPN X Kebun Kertosari yang berada di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember terbakar, Minggu (23/9/2007) malam. Akibat peristiwa itu pihak PTPN mengaku dirugikan sebesar Rp 190 juta.Dari informasi yang dihimpun, gudang milik PTPN itu diduga kuat dibakar. Pasalnya beberapa hari sebelum peristiwa tersebut penjaga gudang tersebut mendapat ancaman jika gudang itu akan dibakar. "Apabila kami tetap menampung tembakau jenis Na Oogst. Rencananya hari ini kita akan mulai memasukkan tembakau lagi ke gudang setelah sekitar 20 hari kosong karena tembakau yang panen sebelumnya sudah masuk gudang seng," kata Purdiyanto, Penanggungjawab gudang tersebut, Senin (24/9/2007). Gudang yang terbakar adalah gudang atak atau gudang bambu yang berfungsi untuk mengeringkan daun tembakau yang baru dipanen. Gudang jenis itu memang mudah terbakar karena terbuat dari bambu dan jerami. Ancaman untuk membakar gudang tersebut diterima Purdiyanto tiga hari lalu melalui telepon. Sebelumnya gudang milik PTPN X Kertosari yang terletak di kecamatan Mumbulsari, juga terbakar. Diduga kuat gudang itu juga dibakarorang.Kecurigaan Purdiyanto dikuatkan oleh Budi, mandor gudang tersebut. Budi mengaku melihat seseorang melempar botol yang berisi dengan minyak tanah dan kemudian membakarnya. "Tetapi saya tidak sempat mengejar orang itu karena keburu lari dan gudang sudah terbakar," kata Budi.Satu unit mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Namun keenam gudang tersebut tidak bisa diselamatkan dan ludes dilalap si jago merah. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. "Kami masih menyelidikinya apakah disengaja atau tidak. Sejauh ini belum ada tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Kholilur Rochman. Saat didesak lebih lanjut, Kholilur tidak berani berspekulasi apakah gudang itu dibakar atau tidak, sebab masih menunggu hasil olah TKP dan penyelidikan. (bdh/bdh)
Berita Terkait