Gunung Kelud \'Waspada\'
Buruh Pitil Cengkeh Dicekam Perasaan Cemas
Minggu, 23 Sep 2007 11:16 WIB
Kediri - Perasaan cemas saat ini menggelayut di benak para buruh pitil cengkeh (pemisah buah dan ranting cengkeh) di Perusahaan Daerah (PD) Perkebunan Margomulyo,yang berada di lereng Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Kecemasan ini seiring dengan terus meningkatnya aktifitas di gunung api yang memiliki ketinggian mencapai 1731 di atas permukaan laut tersebut. Pengakuan tersebut diungkapkjan salah satunya oleh Suratmi (33), wanita satu anak yang telah 3 tahun terakhir menekuni pekerjaan sebagai buruh pitil cengkeh. "Perasaan takut pasti ada, tapi ini merupakan satu-satunya pekerjaan yang kamimiliki untuk mencukupi kebutuhan," ungkap Suratmi, Minggu (23/9/2007). Suratmi juga mengaku berat unutuk meninggalkan pekerjaan yang digelutinya saat ini, apalagi saat ini menjelang lebaran yang membauat segala kebutuhan akan meningkat. Dengan kondisi Gunung Kelud yang berstatus waspada dan aktifitasnya terus meningkat, Suratmi mengaku sepenuhnya percaya pada apa yang dikatakan Tim Vulkanologi yang saat ini terus melakukan pemantauan. "Pak Khoirul (salah satu petugas Pos Pantau) selalu memberitahukan kepada kami kalau ada kondisi waspada, dan selama ini kami diminta tenang," lanjut Suratmi. Istiawan (27), salah satu pekerja lain juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda dengan yang dikatakan Suratmi. Dengan kondisi Gunung Kelud yang waspada, dia dan teman-teman selama ini selalu bekerja dengan perasaan was-was. "Kita disini juga khawatir, namun bagaimana lagi. Kalau nanti memang Gunung Kelud meletus ya kami pasti akan mengungsi," kata Istiawan.Saat ini Perkebunan Margomulyo mempekerjakan sedikitnya 60 buruh pitil cengkeh, yang sebagian besar merupakan warga sekitar di Desa Sugihwaras. Kecamatan Ngancar. Buruh pitil cengkeh bekerja secara borongan dengan pemberian upah berdasarkan jumlah cengekah yang berhasil dipitil. Untuk satu kilogram cengkeh, para buruh tersebut akan mendapatkan pengehasilansebesar Rp 400. Rata-rata setriap buruh dalam satu hari dapat menghasilkan uangsebesar Rp 12-16 ribu. Foto: Seorang buruh sedang memanen cengkeh di tengah suasana galau menyusul status Gunung Kelud yang waspada./Samsul Hadi
(gik/gik)











































