Sudimoro Pacitan Krisis Air, Sehari Mandi Sekali

Sudimoro Pacitan Krisis Air, Sehari Mandi Sekali

- detikNews
Sabtu, 22 Sep 2007 11:48 WIB
Pacitan - Meski baru empat bulan dilanda kekeringan, namun di sebagian wilayah Kabupaten Pacitan Jawa Timur air benar-benar menjadi barang langka. Pasalnya, sumber alam yang ada kandungan airnya terus menipis seiring banyaknya warga yang antre mengambil tiap harinya.Di Desa Sumber Rejo Kecamatan Sudimoro, ratusan kepala keluarga terpaksa hidup dengan mengandalkan pasokan air dari pemerintah daerah. Air bersih yang dikirimdengan armada tangki itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari oleh warga di empat dusun paling kritis yakni, Karangturi, Karangrejo, Secang dan Pagersari."Yang penting untuk minum dan masak. Soal mandi ya kalau ada sisa, kadang sehari cuma sekali," terang Kepala Desa Sumber Rejo, Suyono kepada detiksurabaya.com, Sabtu (22/9/2007).Suyono mengatakan, untuk mempertahankan cadangan air pihaknya mendorong warga membangun embung atau penampung hujan. Namun sarana penampung air hujan itu tak banyak membantu. Air hasil penampungan habis digunakan tak kurang dari dua minggu sejak hujan berhenti.Akibatnya, krisis air selalu menjadi kendala serius tiap musim kemarau. "Kami berharap ada upaya dari pemerintah atau LSM untuk membuatkan sumur bor," kata kepala desa yang belum genap empat bulan dilantik itu. Alasannya hampir seluruh wilayah desa, permukaannya berupa batuan kapur sehingga mustahil dilakukan penggalian secara manual.Di wilayah Kecamatan Sudimoro selain Desa Sumber Rejo, masih ada tiga desa lain yang masuk karegori rawan air bersih. Yakni Sudimoro, Ketanggung dan Pagerkidul."Usulan permintaan droping air sudah kami kirim kepada pemerintah kabupaten. Saat ini sudah mulai realisasi," jelas Camat Sudimoro Joko Putro Utomo dihubungi melalui telepon genggamnya. (gik/gik)
Berita Terkait